Tag Archives: postcardfiction

Ibu Tidak Pernah Berharap Melahirkanmu

27 Feb

???????????????????????????????

Baca lebih lanjut

#Postcardfiction: Dream Come True

31 Des

Kamu baik-baik saja?

Besoknya, Olive akan kembali mengirim pesan yang sama ke semua media sosial yang sering mereka gunakan untuk berkomunikasi. Keesokan harinya lagi, Olive akan melakukan hal yang sama. Begitu seterusnya hingga hari berganti minggu, minggu berganti bulan.

“Semua telah menunggumu.” Ibu menyentuh halus pundak Olive.

Olive menatap nanar pada layar di depannya. Berharap ada keajaiban. Tapi, hingga Ibu menggandeng tangannya, tak ada balasan yang diharapkannya.

Keluarga Jason menyambutnya ramah. Olive memaksakan sebuah senyum manis di acara makan malam itu.

“Saya tidak tahu apa kamu setuju dengan perjodohan ini, “kata Olive saat mereka diberi kesempatan ngobrol berdua. “Tapi saya telah berjanji pada seseorang untuk menunggunya.”

“Ibumu cerita semuanya. Tapi dia sudah….”

“Tidak!” Olive cepat memotong perkataan Jason. “Prima masih hidup. Saya yakin itu!”

“Bukankah kapalnya….”

“Dia masih hidup!”

“Jika tidak?” Baca lebih lanjut

#Postcardfiction: Long Distance Relationship

31 Des

long-distance relationshipSaya tidak berharap banyak, tapi maukah kamu menungguku?
Ya.
Meski kamu tahu kalau pekerjaan saya tak memungkinkan untuk selalu menyapamu setiap hari?
Saya mengerti.

Olive membaca kembali history percakapan mereka di skype sebulan lalu.

Menunggu. Dia tahu bahwa dia bisa menunggu, meski dia tahu pula kalau dia akan menahan rasa rindu begitu besar saat Prima tak menyapanya selama beberapa hari.

Hari ini, beberapa kali dia membuka skype dan berharap Prima online di sana. Tapi lagi-lagi dia menghela nafas. Dia paham sekali. Toh, ini bukan pertama kalinya dan Prima selalu minta maaf saat akhirnya dia bisa online.

“Sorry, baru dapat signal.”

Olive selalu bergurau dengan mengatakan, “Makanya, kalau beli hp, jangan lupa beli dengan signalnya.”

“Kalau perlu, saya beli dengan towernya sekalian.”

Lalu mereka akan tertawa bersama. Tawa riang mereka mencairkan kebekuan yang selalu hadir di awal percakapan. Baca lebih lanjut

#Postcardfiction: Move On

22 Des

titanic

Keramaian itu membuatnya sesak. Membawa kakinya terus melangkah. Olive berhenti di samping kapal besar yang tengah sandar di dermaga. Dia memandang dengan takjub. Sejak nonton Titanic, dia terobsesi pada salah satu adegan favoritnya saat Rose dan Jack berada di ujung kapal. Mereka bagai terbang. Bebas. Dan Olive ingin sekali merasakan hal itu.

“Kamu ingin masuk?” Darrel tiba-tiba muncul di hadapannya.

Belum sempat menjawab, Olive merasakan tangannya ditarik Darrel memasuki kapal besar itu. Mereka berlari… tertawa riang saat berhasil mengecoh salah satu ABK. Olive terjatuh di salah satu anak tangga. Darrel cepat meraih pinggangnya sebelum dia jatuh menyentuh lantai. Olive melepas sepatunya. Sekali lagi mereka berlari… tertawa riang.

Beberapa kali mereka salah masuk. Salah satu ABK meneriaki mereka yang melihatnya berganti pakaian. Beberapa ABK yang sedang main kartu, bengong saat Olive dan Darrel melintas di hadapan mereka. Beberapa kali pula mereka menemukan jalan buntu. Lalu, sekali lagi mereka berlari… tertawa riang.

Olive menahan nafas saat mereka tiba di haluan kapal. Takjub melihat pemandangan laut yang begitu luas di lihat dari atas. Perlahan dia mulai menaiki satu dua terali. Dia memejamkan mata dan merentangkan tangannya. Hawa sejuk segera memenuhi paru-parunya. Darrel melambai padanya. Baca lebih lanjut