Tag Archives: papa

Penikmat Kopi

17 Feb

Banyak teman yang terperangah saat mengetahui kalau saya pun peminum kopi. Cewek? Minum kopi? Why not, Beib?

kopi imut

Tapi saya bukanlah pecandu, yang kalo sehari gak minum bisa sakit kepala. Bukan pula minum kopi sebagai dopping biar bisa begadang nonton bola atau online hingga larut malam. Toh, sejak dulu saya tahu tubuh saya gak terpengaruh kalau minum kopi, jadi bisa melek sepanjang malam. Gak ngaruh deh. Kalo saya sudah ngantuk yah ngantuk aja, gak ada hubungannya dengan saya minum kopi bergelas-gelas lalu ngantuk saya bisa pergi.

Saya termasuk orang yang minum kopi kalau saya lagi ingin. Ya, tak perlu alasan untuk minum kopi, karena saya hanyalah penikmat kopi biasa. Lagi duduk bengong, biasa langsung ingin minum kopi. Liat sodara minum kopi, jadi ingin minum juga. Yah, kayak gitu-gitu deh hehehe…

Saya mengenal kopi pertama kali tentu saja dari Lelaki Pertama saya.

Baca lebih lanjut

Iklan

Lelaki Pertama

1 Des

Dia adalah lelaki pertama dalam hidup saya. Dia juga lelaki pertama yang mendapatkan cinta saya. Lelaki sederhana yang memandang hidup ini secara sederhana pula, hingga tiada kerumitan padanya.

Lelaki pertamaku itu memiliki kesabaran luar biasa hingga saya sering bertanya, seluas apakah hati lelaki itu hingga dapat menampung semua hal termasuk kekecewaan yang sering saya timbulkan padanya.
Tak pernah sekalipun saya mendengar teriakan amarahnya. Dia begitu diam. Saya kadang mengira, dia pun menyimpan amarahnya dalam diam. Baca lebih lanjut

Sakit Rindu

16 Nov

Umur 4 tahun, saya pernah berpisah beberapa hari dengan Mama.

Ingatan saya pada hari itu sangat kabur, saya hanya mengingat beberapa hal… itu pun secara samar-samar. Entah bagaimana… saya bersama Ray, kakak ketiga saya yang laki-laki, ikut sepupu saya pulang kampung. Apakah saya yang bersikeras ikut atau kah ada hal lain, saya tidak ingat. Yang pasti, hari itu untuk pertama kalinya saya jauh dari Mama.

Ingatan saya melompat kebagian yang saya ingat saat itu.

Senja telah menyelimuti desa. Saya dan Ray masih bermain di luar rumah. Entah bagaimana saya tiba-tiba ngambek. Dan saat ditanya ada apa, saya yang semula tidak bersuara malah menangis kencang. Bude dan sepupu saya bingung. Dan saya masih ingat saya menunjuk kakak saya sebagai penyebab tangis saya. Saya menuduhnya melempari saya dengan tanah. Padahal saat itu pun saya sendiri bingung mengapa saya tiba-tiba menangis.

Saya dibujuk untuk diam dan dibawa masuk ke rumah karena hari mulai gelap. Tapi suasana hati saya masih suram. Saya benar-benar tidak berminat pada apa pun saat itu, meski saya ditawari berbagai macam hiburan untuk menghentikan tangis dan ngambek saya.

“Iya, besok kita pulang.” Begitu bujuk Bude.

Itulah hari pertama yang saya lalui di kampung halaman bapak saya. Baca lebih lanjut

Ayah dan Ibu

12 Nov

Selama ini… peran seorang ibu selalu mendapat tempat utama.

Cinta kasih

Pengorbanan

Kepatuhan

Bahkan tak tanggung-tanggung, surga seorang anak pun berada di telapak kaki Ibu.

Tapi sosok di samping ibu, sering ter”abaikan”.

mama dan papa (1996)

Jikalau engkau seorang anak perempuan, sungguh… kalau pun engkau merasa hebat dan mandiri… bisa melakukan semua sendiri… suatu hari, saat engkau akan melangkah menuju hidup yang baru, baru lah engkau sadari… bahwa engkau tak mungkin menikahkan dirimu sendiri. Engkau perlu wali. Ayahmu. Atau saudara laki-lakimu. Jika engkau mengecewakan atau melukai mereka, engkau akan tersandung pada satu hal. Restu.

Meski Ayah hanya satu tingkat dibanding Ibu, Ayah dan Ibu adalah satu kesatuan.

 

#terinspirasi dari seseorang… sekaligus nasihat buat diri sendiri