Tag Archives: mama

I Believe I Can Fly

22 Mar

I Believe I Can Fly, adalah lagu kesukaan saya sejak pertama kali mendengar lagu itu dinyanyikan oleh Rio Febrian di ajang Asia Bagus. Saya bagai melayang saat menemukan lagu itu diantara koleksi kaset kakak pertama. Lalu dengan pedenya, saya mengklaimnya sebagai milik saya huwahahaha… ^^

Percayalah, saat itu radio dan kaset masih menjadi primadona, sebelum kedatangan para gadget teknologi tinggi. Pulang sekolah, saya selalu memutar lagu R. Kelly itu bersama lagu-lagu favorit saya lainnya, seperti I’m Leaving On a Jet Plane dan How Can’t I Not Love You.  Dari lagu-lagu kesukaan saya itu, bisa terbaca kalau saya suka hal-hal yang romantis. *eaaa

Setelah masa kepopuleran radio dan kaset menurun, saya pun memensiunkan radio saya. Berganti dengan komputer yang bisa melakukan tugas radio memutar lagu-lagu favorit saya itu dengan lebih baik karena tak perlu saya ganti side A dan side B.

Saya tahu, saya tidak bisa terbang layaknya burung yang memiliki sayap. Membayangkannya saja, imaji saya langsung mengarah ke ibu peri hihihihi…  sosok perempuan cantik yang bersayap dan memegang tongkat ajaib. Aih, saya tak mungkin bisa seperti itu… *yaiyalah, itu kan dongeng. Tapi, lagu itu benar-benar membius saya. Liriknya begitu kuat. Bahwa keajaiban-keajaiban dalam hidup, tidaklah berasal dari luar, tapi justru dari dalam diri kita sendiri. Kita sendirilah yang harus menemukannya sendiri, lewat keyakinan yang begitu kuat. Jika kita percaya, maka kita pasti bisa!

Baca lebih lanjut

Iklan

Sakit Rindu

16 Nov

Umur 4 tahun, saya pernah berpisah beberapa hari dengan Mama.

Ingatan saya pada hari itu sangat kabur, saya hanya mengingat beberapa hal… itu pun secara samar-samar. Entah bagaimana… saya bersama Ray, kakak ketiga saya yang laki-laki, ikut sepupu saya pulang kampung. Apakah saya yang bersikeras ikut atau kah ada hal lain, saya tidak ingat. Yang pasti, hari itu untuk pertama kalinya saya jauh dari Mama.

Ingatan saya melompat kebagian yang saya ingat saat itu.

Senja telah menyelimuti desa. Saya dan Ray masih bermain di luar rumah. Entah bagaimana saya tiba-tiba ngambek. Dan saat ditanya ada apa, saya yang semula tidak bersuara malah menangis kencang. Bude dan sepupu saya bingung. Dan saya masih ingat saya menunjuk kakak saya sebagai penyebab tangis saya. Saya menuduhnya melempari saya dengan tanah. Padahal saat itu pun saya sendiri bingung mengapa saya tiba-tiba menangis.

Saya dibujuk untuk diam dan dibawa masuk ke rumah karena hari mulai gelap. Tapi suasana hati saya masih suram. Saya benar-benar tidak berminat pada apa pun saat itu, meski saya ditawari berbagai macam hiburan untuk menghentikan tangis dan ngambek saya.

“Iya, besok kita pulang.” Begitu bujuk Bude.

Itulah hari pertama yang saya lalui di kampung halaman bapak saya. Baca lebih lanjut

Ayah dan Ibu

12 Nov

Selama ini… peran seorang ibu selalu mendapat tempat utama.

Cinta kasih

Pengorbanan

Kepatuhan

Bahkan tak tanggung-tanggung, surga seorang anak pun berada di telapak kaki Ibu.

Tapi sosok di samping ibu, sering ter”abaikan”.

mama dan papa (1996)

Jikalau engkau seorang anak perempuan, sungguh… kalau pun engkau merasa hebat dan mandiri… bisa melakukan semua sendiri… suatu hari, saat engkau akan melangkah menuju hidup yang baru, baru lah engkau sadari… bahwa engkau tak mungkin menikahkan dirimu sendiri. Engkau perlu wali. Ayahmu. Atau saudara laki-lakimu. Jika engkau mengecewakan atau melukai mereka, engkau akan tersandung pada satu hal. Restu.

Meski Ayah hanya satu tingkat dibanding Ibu, Ayah dan Ibu adalah satu kesatuan.

 

#terinspirasi dari seseorang… sekaligus nasihat buat diri sendiri