Tag Archives: makanan

Saat Lidah Berbeda Rasa

2 Jan

Sejak kemunculan iklan Indomie Goreng rasa Cabe Ijo, saya selalu dibuat penasaran, gimana sih rasanya? Tapi saya tak pernah benar-benar berniat membeli produk itu. Ah, paling juga barangnya belum nyampek di Kendari. Gitu pikir saya.

Kedatangan salah satu tante saya ke rumah dan cerita kalau dua anaknya beli produk itu, meruntuhkan anggapan saya. Mie instan itu memang telah ada di kota saya. Lalu tante saya cerita kalau anaknya tidak menyukai mie varian baru itu. Rasanya aneh!

Nah, kesempatan merasakan mie instan itu datang saat saya belanja di salah satu toko bersama Meisya, ponakan saya.

indomie-goreng-cabe-ijo_big“Mey, udah pernah rasa ini gak?” Saya menunjukkan Mie instan itu.
“Belum.”
Jawaban singkat itu membuat saya melewati rak tempat mie itu berada.
“Amma *), belikan.”
“Ah, gak enak.” Saya masih terngiang kata tante saya yang bilang mie itu gak enak.
Tak perlu waktu lama untuk menyadari kalau Meisya tak berada di dekat saya. Saya balik ke belakang dan menemukan Meisya masih bertahan di dekat mie itu.
Saya kembali ke rak itu. “Oh, oke. Kita coba dua dulu yah.” Baca lebih lanjut

Nikmatnya SOTOJI Dimakan Bersama Nasi Putih

20 Mar

Pertama kali melihat SOTOJI di blog teman, saya pikir ini mie lokal asal Kendari. Bagi masyarakat kota Kendari tentu sangat familiar dengan kata –ji. Dalam perbincangan sehari-hari, tidak pernah lepas dengan imbuhan lokal yang selalu ditambahkan di akhir sebuah kata . Misal –mi, –ji, pale, dll.

“Kawan, ko bawa-mi bukuku?”

“Iyo, sa bawa-ji.”

Tambahan akhiran itu sebenarnya tidak memiliki arti yang tetap, hanya penegasan dari kata di depannya. Dan merupakan kebiasaan pengucapan masyarakat di kota Kendari. Jadi, bila tidak diartikan sekali pun tidak mempengaruhi maksud kalimat secara keseluruhan.

Tapi begitu klik link SOTOJI, saya baru tahu kalau SOTOJI itu Soto Jamur Instan. Jadi ternyata tidak ada sangkut pautnya dengan kota Kendari heuheuheu… ^^

Saya pun tertarik mencobanya. Apalagi saya termasuk penyuka soto. Saat memesannya, saya tahu kalau tibanya bakal lama, dan memang lebih dari seminggu sejak pemesanan, baru 3 bungkus SOTOJI itu tiba di alamat saya di kota Kendari.

SOTOJI

Saya pun memasak sebungkus SOTOJI itu. Sedang yang dua bungkus lagi saya beri ke kakak saya untuk turut mencobanya.

Saat akan memasak SOTOJI, saya meraba bungkusnya. Bungkusnya berbeda dengan mie instant lainnya. Bungkus SOTOJI lebih tebal, tidak transparan dan “keren”. Jadi bisa dipastikan kecil kemungkinan akan mengalami kerusakan. Cuman, bungkusnya terlalu besar untuk ukuran mienya. Ibaratnya, pakaiannya terlalu kegedean. Tapi, itu tidak mengurangi ke“keren”an tampilan keseluruhan SOTOJI. baca selengkapnya