Tag Archives: emak2

#1st KEB: Emak Wanna Be Belajar Menjadi Emak2

18 Jan

Saya pertama mengenal KEB ketika saya mengikuti lomba BBC yang diadakan oleh blogdetik di Februari 2012 lalu. Jadi, masih sebulan usia KEB saat itu. Dari lomba BBC saya mulai blogwalking ke peserta BBC dan menemukan KEB di salah satu blog peserta (lupa siapa hehehe…). Lalu, gabung di Grup FB KEB.

Awal gabung, kadang hanya silent reader, kadang juga ikutan nimbrung kalau yang dibahas masih saya mengerti.

Gabung di KEB, membuat saya sadar umur xixixixi… soalnya banyak yang seusia saya dan sudah punya anak. Jadi saya rasa *meski terlambat* saatnya saya belajar jadi emak2.

Kesadaran itu hadir saat saya menghadapi kenyataan kalau adik saya akan menikah. Weks, dilangkahi gw… !!! Saya lalu melepas beberapa kesenangan dan mulai serius bergaul dengan emak2 dan mengambil berbagai hal positif dari para emak2 itu. Saya belajar mendalami pikiran seorang emak. Ya, saya disadarkan kalau usia saya semakin beranjak sedang pola pikir saya masih kanak2. Masih suka seneng2 dan gak terlalu serius. Masih suka gaul sama anak2 muda dan gak sadar usia. Dan anehnya, masih suka ngajak kucing berbicara wahahaha… ^.^

Baca lebih lanjut

“Tanteee…”

11 Jan

Sejak pertama punya ponakan di tahun 1997, otomatis saat itu juga resmilah saya menjadi seorang tante. Omaigod, saya benar2 gak suka status baru itu. Bukan karena saya gak suka anak kecil, tapi saya paling benci jika dipanggil tante. Kesannya ketuaan untuk saya yang imut ini     *huek hihihi…

Jadi sebelum ponakan pertama itu bisa berbicara, saya sudah tetapkan dalam hati bahwa saya hanya mau dipanggil kakak hahaha…

Dan memang, sampai ponakan ketiga pun, panggilan kakak masih melekat. Tapi, kadang emak2 mereka memaksa mereka untuk manggil tante…. yang saya balas pelototin mereka jika berani memanggil tante ke saya     *huwaaaa, sadis nih tante

para ponakan

si bolang… eh para ponakan di pantai Toronipa

Dalam perjalanan saya mengarungi kehidupan ini saya menemukan panggilan lain yang lebih manis untuk saya. Saya menyukainya, dan mulailah saya kembali mengajari satu persatu ponakan yang jumlahnya semakin bertambah     *selusin bok    untuk memanggil saya Amma. Dan, saya memang berhasil membuat mereka semua memanggil saya Amma.

Caranya? Setiap saya memiliki makanan ringan, saya suruh mereka manggil saya dengan panggilan yang saya inginkan itu. Kalau gak mau, yah gak dapat kuenya hahaha…. saya sangat tegaan sekali saat itu wokokoko…. gak ada kue sama sekali sampai mereka berhasil menyenangkan hati saya     *beug

Baca lebih lanjut