Arsip | Lomba RSS feed for this section

Ibu Tidak Pernah Berharap Melahirkanmu

27 Feb

???????????????????????????????

Baca lebih lanjut

Iklan

Undangan Pernikahan yang Menembus Batas

25 Feb

Pernikahan merupakan fase orang tua melepas anak untuk menuju hidup yang baru. Sama sekali baru baik bagi si anak maupun bagi orang tua. Jika calon pengantin deg degan menuju hari bahagianya, sebenarnya orang tua pun sama deg degannya. Karena sebuah pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan, namun juga menyatukan dua keluarga. Jadi, bukan hanya calon pengantin yang melakukan penyesuaian satu sama lain, namun keluarga pun melakukan penyesuaian karena masuknya satu anggota baru ke dalam keluarga masing-masing. Pernikahan ini merupakan proses bagi kedua belah pihak, termasuk proses dalam menyelenggarakan pernikahan yang ideal buat anak.

arief dan erika

Untuk mewujudkan pernikahan yang ideal tersebut, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan. Salah satunya adalah undangan pernikahan. Undangan ini bersifat pemberitahuan untuk hadir pada hari dan jam tertentu di tempat yang disebutkan dalam undangan. Begitu pentingnya peran undangan, hingga kesannya menjadi wajib, harus ada.

Bagi saya, pernikahan bukan hanya sebuah pesta. Tapi juga ajang reuni keluarga besar. Keluarga, sodara, teman masa kecil, handai taulan, yang berada berpuluh-puluh kilometer jauhnya, akan berusaha untuk hadir.

Jika dulu keluarga jauh diberitahu lewat surat atau telpon tanpa mengirim bentuk undangan, maka kini telah ada fasilitas untuk mengirim undangan pernikahan secara online yang bisa diakses di media sosial. Selama ada akses internet, undang pernikahan online tersebut dapat diterima.

Namun, diantara makin modernnya fasilitas undangan pernikahan yang disediakan, ada hal yang tak bisa kita abaikan begitu saja.

Baca lebih lanjut

Diproteksi: Balada Uang Koin dan Kelebihan Bank Mandiri

4 Feb

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

#Postcardfiction: Dream Come True

31 Des

Kamu baik-baik saja?

Besoknya, Olive akan kembali mengirim pesan yang sama ke semua media sosial yang sering mereka gunakan untuk berkomunikasi. Keesokan harinya lagi, Olive akan melakukan hal yang sama. Begitu seterusnya hingga hari berganti minggu, minggu berganti bulan.

“Semua telah menunggumu.” Ibu menyentuh halus pundak Olive.

Olive menatap nanar pada layar di depannya. Berharap ada keajaiban. Tapi, hingga Ibu menggandeng tangannya, tak ada balasan yang diharapkannya.

Keluarga Jason menyambutnya ramah. Olive memaksakan sebuah senyum manis di acara makan malam itu.

“Saya tidak tahu apa kamu setuju dengan perjodohan ini, “kata Olive saat mereka diberi kesempatan ngobrol berdua. “Tapi saya telah berjanji pada seseorang untuk menunggunya.”

“Ibumu cerita semuanya. Tapi dia sudah….”

“Tidak!” Olive cepat memotong perkataan Jason. “Prima masih hidup. Saya yakin itu!”

“Bukankah kapalnya….”

“Dia masih hidup!”

“Jika tidak?” Baca lebih lanjut

#Postcardfiction: Long Distance Relationship

31 Des

long-distance relationshipSaya tidak berharap banyak, tapi maukah kamu menungguku?
Ya.
Meski kamu tahu kalau pekerjaan saya tak memungkinkan untuk selalu menyapamu setiap hari?
Saya mengerti.

Olive membaca kembali history percakapan mereka di skype sebulan lalu.

Menunggu. Dia tahu bahwa dia bisa menunggu, meski dia tahu pula kalau dia akan menahan rasa rindu begitu besar saat Prima tak menyapanya selama beberapa hari.

Hari ini, beberapa kali dia membuka skype dan berharap Prima online di sana. Tapi lagi-lagi dia menghela nafas. Dia paham sekali. Toh, ini bukan pertama kalinya dan Prima selalu minta maaf saat akhirnya dia bisa online.

“Sorry, baru dapat signal.”

Olive selalu bergurau dengan mengatakan, “Makanya, kalau beli hp, jangan lupa beli dengan signalnya.”

“Kalau perlu, saya beli dengan towernya sekalian.”

Lalu mereka akan tertawa bersama. Tawa riang mereka mencairkan kebekuan yang selalu hadir di awal percakapan. Baca lebih lanjut

#Postcardfiction: Move On

22 Des

titanic

Keramaian itu membuatnya sesak. Membawa kakinya terus melangkah. Olive berhenti di samping kapal besar yang tengah sandar di dermaga. Dia memandang dengan takjub. Sejak nonton Titanic, dia terobsesi pada salah satu adegan favoritnya saat Rose dan Jack berada di ujung kapal. Mereka bagai terbang. Bebas. Dan Olive ingin sekali merasakan hal itu.

“Kamu ingin masuk?” Darrel tiba-tiba muncul di hadapannya.

Belum sempat menjawab, Olive merasakan tangannya ditarik Darrel memasuki kapal besar itu. Mereka berlari… tertawa riang saat berhasil mengecoh salah satu ABK. Olive terjatuh di salah satu anak tangga. Darrel cepat meraih pinggangnya sebelum dia jatuh menyentuh lantai. Olive melepas sepatunya. Sekali lagi mereka berlari… tertawa riang.

Beberapa kali mereka salah masuk. Salah satu ABK meneriaki mereka yang melihatnya berganti pakaian. Beberapa ABK yang sedang main kartu, bengong saat Olive dan Darrel melintas di hadapan mereka. Beberapa kali pula mereka menemukan jalan buntu. Lalu, sekali lagi mereka berlari… tertawa riang.

Olive menahan nafas saat mereka tiba di haluan kapal. Takjub melihat pemandangan laut yang begitu luas di lihat dari atas. Perlahan dia mulai menaiki satu dua terali. Dia memejamkan mata dan merentangkan tangannya. Hawa sejuk segera memenuhi paru-parunya. Darrel melambai padanya. Baca lebih lanjut

Aku dan Pilihan Profesiku

12 Nov

Saya selalu percaya bahwa untuk menjadi seorang guru, tak selalu harus memiliki basic sekolah keguruan. Keyakinan itulah yang membuat saya menerima tawaran menjadi guru di salah satu Madrasah. Berbekal basic ilmu saya di Ekonomi, saya akhirnya menjadi guru Ekonomi di Madrasah Aliyah Swasta di kota saya.

“Kamu mau jadi guru?”

Saya terdiam.

“Gajinya sekian…” Lelaki itu yang juga mitra di salah satu organisasi di mana saya menjadi Bendahara menyebutkan sejumlah angka.

Saya kembali terdiam. Sungguh, bukan angka yang barusan disebutkan itu yang membuat saya terdiam. Dan saat itu pun saya tidak dalam keadaan terdesak masalah keuangan. Alhamdulillah, saya masih diberi rezeki dari usaha yang lain.

Tapi saya sedang menimbang beberapa hal. Letak sekolah itu yang berada di ujung kota, terpencil,  dan harus berganti angkot dua kali juga masuk dalam pertimbangan saya. Sungguh, dalam hitung-hitungan matematika, angka yang disebutkan itu tidak menutupi biaya angkot yang harus saya keluarkan. Tapi… bukan itu yang ada dalam pikiran saya. Kegiatan dan beberapa amanah yang saya pegang di tempat lain yang letaknya saling berjauhan, apa saya masih memiliki waktu untuk mengajar yang letaknya di ujung kota sana? Baca lebih lanjut

[Xenophobia] Di luar Zona Aman

6 Agu

Sepi.

Lorong itu panjang dan agak gelap.

Tiba-tiba kurasakan bulu kudukku berdiri. Suhu tubuhku serasa dialiri panas sesaat. Belum sempat kusadari apa yang sebenarnya membuat suhu tubuhku dialiri panas, mataku melihat kilauan sebuah benda yang tertimpa lampu jalan. Benda yang kini berada di leherku.

“Jangan bergerak.”

Uffth. Saya berhenti bernapas beberapa detik. Kekagetan itu membuatku limbung. Tidak… ini tidak nyata. Ini pasti mimpi. Tapi saat lelaki yang memakai kupluk itu menyeretku ke tepi jalan, baru saya menyadari ini nyata. Ada perih saat dia menarik tanganku. baca selengkapnya

Nikmatnya SOTOJI Dimakan Bersama Nasi Putih

20 Mar

Pertama kali melihat SOTOJI di blog teman, saya pikir ini mie lokal asal Kendari. Bagi masyarakat kota Kendari tentu sangat familiar dengan kata –ji. Dalam perbincangan sehari-hari, tidak pernah lepas dengan imbuhan lokal yang selalu ditambahkan di akhir sebuah kata . Misal –mi, –ji, pale, dll.

“Kawan, ko bawa-mi bukuku?”

“Iyo, sa bawa-ji.”

Tambahan akhiran itu sebenarnya tidak memiliki arti yang tetap, hanya penegasan dari kata di depannya. Dan merupakan kebiasaan pengucapan masyarakat di kota Kendari. Jadi, bila tidak diartikan sekali pun tidak mempengaruhi maksud kalimat secara keseluruhan.

Tapi begitu klik link SOTOJI, saya baru tahu kalau SOTOJI itu Soto Jamur Instan. Jadi ternyata tidak ada sangkut pautnya dengan kota Kendari heuheuheu… ^^

Saya pun tertarik mencobanya. Apalagi saya termasuk penyuka soto. Saat memesannya, saya tahu kalau tibanya bakal lama, dan memang lebih dari seminggu sejak pemesanan, baru 3 bungkus SOTOJI itu tiba di alamat saya di kota Kendari.

SOTOJI

Saya pun memasak sebungkus SOTOJI itu. Sedang yang dua bungkus lagi saya beri ke kakak saya untuk turut mencobanya.

Saat akan memasak SOTOJI, saya meraba bungkusnya. Bungkusnya berbeda dengan mie instant lainnya. Bungkus SOTOJI lebih tebal, tidak transparan dan “keren”. Jadi bisa dipastikan kecil kemungkinan akan mengalami kerusakan. Cuman, bungkusnya terlalu besar untuk ukuran mienya. Ibaratnya, pakaiannya terlalu kegedean. Tapi, itu tidak mengurangi ke“keren”an tampilan keseluruhan SOTOJI. baca selengkapnya

Menjadi Ibu dalam Usia Muda

15 Mar

“Si Mawar, tetangga sebelah minggu depan akan nikah.”

Hah?! Bukankah Mawar masih remaja? Dia malah belum tamat Sekolah Menengah Umum. Kekagetan itu bukan hanya milik saya. Rupanya banyak tetangga lain yang terkejut dengan kabar itu. Mulailah berkembang berbagai prasangka. Mulai dari pergaulan hingga tingkah laku Mawar jadi pembicaraan ibu-ibu kompleks.

“Mawar dibawa lari oleh Marwan hingga Mawar hamil.”

“Oh, Pantas saja badan Mawar terlihat lebih gemuk akhir-akhir ini.”

“Iya, mungkin saja… bla, bla, bla….”

Saya lalu teringat dengan salah seorang artis yang menjadi ibu dalam usia muda. Yang membuat saya salut… dalam usia semuda itu, dia tetap mempertahankan kandungannya.

***

Fenomena makin banyaknya perempuan yang “terpaksa” menjadi ibu dalam usia muda karena “keadaan”, makin sering terjadi . Hal yang paling menjadi alasan karena pola pergaulan yang bebas hingga tiba-tiba saja ketahuan hamil.

Dampaknya tentu bukan hanya pada masalah keluarga yang malu. Tapi lebih ke diri si perempuan, calon ibu muda tersebut. Bayangkan… calon ibu muda tersebut tidak memiliki persiapan ketika hamil.  Sedang untuk melahirkan seorang anak yang sehat tentu memerlukan nutrisi yang baik. Bukan hanya sekedar makan, mengisi perut, dan kenyang.

Menjadi perempuan yang melalui tahap pernikahan hingga menuju masa kehamilan secara normal/umum, tentu menantikan saat-saat kehamilan. Namun, jika yang terjadi sebaliknya… kehamilan itu bisa jadi tidak diinginkan oleh perempuan itu. Hingga ketika hal itu terjadi, dia menjadi seorang calon ibu yang tidak siap. Dia bukan saja tidak siap dari segi mental, tapi juga tidak siap dari segi ilmu dan nutrisi.  Akhirnya, baik ibu maupun sang janin tidak memperoleh nutrisi yang memadai untuk tumbuh kembangnya. baca selengkapnya