Arsip | Giveaway RSS feed for this section

[Fiksi] Terasing

24 Jul

Warna-warni kertas melintang di plafon. Balon aneka warna pun ditempatkan di setiap sudut. Meja telah merapat ke tembok dan diberi taplak baru. Satu persatu perempuan muda menyajikan makanan di meja itu. Menatanya seindah mungkin.

Dari kursi roda, kulihat cucuku dengan gaun putih berenda menghampiriku.

“Kita ke rumah sebelah saja, ya, Oma.”

Ini bukan pertama kalinya aku diasingkan saat ada acara di rumah ini.

banner-kontes-unggulan-63-300x214

Iklan

[BeraniCerita #2] Kesal Adegan Semi Syur

21 Feb

Dikeheningan malam, Gun perlahan memanjat ke atas genteng. Di lehernya tergantung sebuah teropong. Saat berada di tempat favoritnya, dia merebahkan badannya dan mulai mengarahkan teropongnya ke langit. Bintang paling terang dibidik teropongnya. Setelah itu dia mulai menarik garis antara bintang yang satu dengan bintang yang lain membentuk suatu gambar. Wajah perempuan.

Gun suka pada langit dan bintang. Keduanya hanya bisa ditemuinya malam hari, saat orang rumah sudah tidur. Diam-diam Gun ke genteng dan mulai memandang bintang. Keheningan dan dinginnya angin malam, suasana yang paling disukainya. Saat-saat seperti  itu, dia bisa membayangkan wajah Ling, tetangga sebelah rumah yang ditaksirnya tapi tak pernah berani dia ungkapkan.

Ah, sedang apa Ling sekarang? Apa dia juga sedang memikirkanku? Desahan Gun langsung lenyap dihembus angin malam. Tanpa sadar, kepalanya menoleh ke rumah Ling. Nyaris gelap. Hanya ada cahaya kecil dari sebuah kamar.

kiss

credit

Saat Gun akan turun, dia mendengar suara mobil berhenti. Dia kembali ke tempat semula.  Mobil berhenti tepat di gerbang rumah Ling. Gun melihat dua siluet tubuh. Kepala yang satu mendekat. Mereka menyatu. Jantungnya berdetak cepat, nafasnya memburu, jakunnya turun naik. Hanya semenit. Saling melepas. Seorang kembali ke mobil, sosok yang lain berdiri di samping sambil melambai.

Penasaran, Gun memakai teropong. Lampu mobil sedikit membantunya mengenali sosok itu. Gun merasakan ada yang menggelegak dalam perutnya hendak keluar.  Tiba-tiba… Huek!

“Sialan!” umpat Gun sambil bergegas turun.

Rasa cemburu yang tadi dirasakan Gun, berubah menjadi mual luar biasa saat menyadari sosok itu bukan Ling. Tapi Ken, saudara lelaki Ling.

***

“Flash Fiction ini disertakan dalam Giveaway BeraniCerita.com yang diselenggarakan oleh Mayya dan Miss Rochma.”

[BeraniCerita #1] Durhaka

12 Feb

Kaki mungil Bim tergopoh-gopoh mengikuti langkah ibunya.

“Cepat, kita bisa terlambat.” Perempuan muda itu menarik tangan anaknya dengan kasar. “Kalau tempat kita diambil orang lain, uang kita bisa sedikit hari ini.”

Begitu tiba di Mall XIX, perempuan itu melihat anak tangga ketiga dekat pintu II Mall besar itu, tempat biasa anak lelakinya duduk, masih kosong. Kelegaan terpancar dari wajahnya.

“Ingat Bim, pasang wajah sedih biar orang-orang kasihan.” Lalu ditinggalkan anak lelaki itu duduk sambil menengadahkan kaleng bekas ke setiap orang yang lewat, di anak tangga ketiga.

Di kejauhan, perempuan muda itu tersenyum saat ada seorang ibu yang mengelus kepala Bim sambil memberikan beberapa uang koin. Dia tahu bahwa pintu II itu memang paling strategis.  Dia sudah memperhatikan sejak lama, banyak orang memilih keluar dari pintu itu karena lebih dekat dengan parkiran dan jalan raya.

“Bu, tadi ada yang bertanya mengapa Bim tidak sekolah.” Katanya saat mereka pulang.

Perempuan itu mendelik, “Lalu, kamu jawab apa?”

“Bim tidak punya uang.”

Baca lebih lanjut

Pandangan Pertama: “Iiiih, Lucunya.”

18 Jan
Kucing.
Makhluk lucu itu sebenarnya bukan hal baru bagi saya. Saat SD, saya sudah menyadari kehadiran kucing 3 warna yang sering hilir mudik di rumah. Menjelang pukul 15 setiap hari, kucing betina itu akan duduk di halaman menghadap jalan raya, setia menunggu Papa pulang dari kantor. Setahu saya, memang hanya Papa yang menyayangi kucing itu. Makanya, dia gak berani masuk rumah kalau Papa belum datang   *kucing pinter hihihihi… ^,^
Saya pun sering melihat kucing2 lain berkeliaran di sekitar saya. Tapi, tak satu pun dari mereka mampu meluluhkan hati saya hehehe…
400889_2428160391351_92809383_n
Tapi, bagaimana hingga akhirnya saya jatuh cinta pada mereka? Bahkan kini saya bisa jatuh cinta berulang kali melihat mereka? Baiklah, sebelum saya mulai… saya ingin mengarahkan pembaca bahwa ini adalah kisah masa kecil saya, di mana untuk pertama kalinya saya merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama. Jadi tolong bayangkan saat saya masih kelas 1 SMP yang penampilannya masih unyu2 dan imut2 xixixixi… ^.^
Cekidot…
Baca lebih lanjut

Tulang Rusuk Abah

5 Jan

Saat harus mereview tulisan mbak Erry, saya bingung harus mulai dari mana saking banyaknya postingan mbak Erry. Saya lalu menyusuri category yang ada. Saya langsung tertarik pada Moments to Remember karena saya termasuk orang yang suka mengingat hal-hal penting dalam hidup saya.

Saya berhenti pada salah satu judul yang buat saya mengingat sesuatu. Gak langsung membacanya, tapi saya malah membuka folder musik dan mencari-cari lagu Rio Febrian yang berjudul sama, Bertahan.

Reff...
Aku bertahan karna ku yakin cintaku kepadamu
Sesering kau coba tuk mematikan hatiku
Takkan terjadi yang aku tahu kau hanya untukku
Aku bertahan ku akan tetap pada pendirianku
Sekeras kau coba tuk membunuh cintaku
Yang aku tahu kau hanya untukku

 

Mendengar lagu ini kembali, membuat hati bagai diremas-remas, diobrak-abrik kembali, dan membuka luka lama. *Oh, no jangan nangis plisssss…

Lagu ini memang gak se-populer lagu lain yang menduduki tangga lagu sampe berbulan-bulan, tapi lagu ini telah merajai hati saya saat SMA. Bertahan, yah saat itu saya bertahan untuk memberikan hati saya pada seseorang. Namun tak berakhir Happy Ending. Oh, so sad!

Saya telah move on, dan tak mau berlama-lama menangisi mengapa saat itu saya bertahan cukup lama. But, saya gak akan bercerita soal kisah sedih itu. *Ayolah, semua ingin tahu. Oh, forget it! Saya gak akan cerita tentang itu *huuuuu…. #pembaca kecewa Baca lebih lanjut

Nama Untuk Anakku

17 Des

Setiap menemukan nama yang indah dan unik, saya selalu ingin nama itu menjadi nama anakku. Sayangnya, hingga saat ini saya belum menjadi seorang ibu… yang pada akhirnya hal itu hanya menjadi angan-angan saja.

bayi-1Melihat bayi… mata saya akan selalu berembun. Batin saya selalu berucap, kapan saya akan diberi anugerah terindah itu. Hal yang paling menyiksa dan sering kali terjadi adalah ketika saya menonton dan tiba-tiba iklan. Dan iklan yang ditayangkan adalah iklan bayi. Hati saya langsung Ooooo… rasa haru serasa menancap di hati.

Tapi, saya akan bersabar hingga waktunya tiba.

Keseharian saya di kelilingi dengan para ponakan. Hal itu sedikit menghibur. Saya bisa menyalurkan naluri keibuan saya. Setiap ada anggota baru, saya mungkin orang paling excited menyambutnya. Bangun pagi… yang pertama saya cari adalah anggota baru itu. Makhluk mungil nan lucu itu menjadi pusat perhatian saya. Apa pun yang saya kerjakan, dalam keadaan letih bagaimana pun, saya akan selalu kembali padanya. Sampai-sampai saya berpikir kalau yang saya lakukan melebihi yang dilakukan ibunya. Baca lebih lanjut

Kerinduan Seorang Kakak

5 Mar

Hora ashimoto wo mitegoran. Kore ga anata no ayumu michi. Hora mae wo mitegoran. Are ga anata no mirai….


Tidurku terhentak seketika. Lagu Mirai terdengar pertanda ada pesan masuk. Siapa tengah malam ini sms? Tanganku meraba-raba dimana letak HP itu. Dari Asni. Ada apa, ya? Beberapa hari ini ia memang sedang sakit. Segera kubuka sms itu.

kadang-kadang ku sms kakak, kadang-kadang tidak … kadang-kadang ku telepon kakak, kadang ku lupa … tapi jangan risau, berapa banyak pun kadang-kadangnya, Kakak Nur tetap kakak-ku, bukan untuk kadang-kadang tapi untuk selamanya … ^_^  (16-Okt-08 dikirim 23:25 wita)

Napasku sesak oleh keharuan yang tiba-tiba menyelusup ke hati. Asni bukanlah adik kandungku. Dia adik tingkat di kampus. Dia hanya salah satu adik dari beberapa adik-adik manis yang kutemukan dalam perjalanan kehidupan ini. baca selengkapnya

Menginjakkan Kaki di Benteng Keraton Buton

29 Feb

Melihat kota Bau-Bau dari atas Keraton

Untuk kesekian kalinya, saya diberi kesempatan melakukan perjalanan keluar kota secara gratis. Ya, gratis dalam artian biaya perjalanan PP ditanggung. Kali ini, biaya perjalanan  ditanggung oleh teman-teman yang memilih saya sebagai perwakilan untuk menghadiri Walimahan seorang teman di kota Bau-Bau, provinsi Sulawesi Tenggara.

Sebenarnya ini bukan pertama kalinya saya ke Bau-Bau. Tahun 2003, saya pernah 2 kali menginjakkan kaki di sana saat menuju ke Surabaya lewat jalur laut dan darat. Saat itu, kota Bau-Bau hanya sebagai tempat persinggahan. Jadi, saya tidak memiliki kesempatan jalan-jalan saat itu.

Ketika bulan Maret di tahun 2009 datang tawaran ke sana lagi dan gratis pula, saya tidak perlu berpikir lama untuk meng-iyakan, meski hanya diberi kesempatan packing kurang dari 12 jam. Saat itu saya excited banget. baca selengkapnya