Prompt #9: Sang Ketua Kelas

12 Apr

Ulangan kali ini berbeda. Kartu peserta dikumpulkan oleh guru pengawas dan menempatkan kartu-kartu itu secara acak. Di mana kartu itu berada, di situlah tempat duduk siswa yang bersangkutan selama ulangan berlangsung.

Kami berbaris di depan kelas. Siswa perempuan dipersilahkan masuk lebih dulu untuk mencari di mana tempat duduknya. Aku menemukan kartu peserta ulanganku di sudut, tergeletak di meja belakang. Sebagai siswa yang sering ditempatkan di depan, aku sedikit kecewa dengan cara baru ini.

Giliran siswa laki-laki masuk.

OMG! Aku terperanjat saat melihat Rio, sang ketua kelas. Siswa terpintar di kelas dan tentu saja paling cakep itu sedang berjalan ke arahku. Mengapa tadi aku tak melihat kartu di meja depanku? Mungkinkah?

Serasa ingin pingsan saat mengetahui Rio duduk tepat di depanku. Aku salah tingkah. Diam-diam menatapnya dari belakang. Rambut dan tengkuknya jadi sasaran mataku. Oh, dari belakang saja sudah cakep! Tak pernah aku sedekat ini dengannya. Bergerak sedikit saja, aku berusaha tak menimbulkan suara keras. Bahkan untuk bernapas!

Kertas ulangan untuk sesaat bisa membuatku sedikit fokus. Meski saat menemukan soal sulit, mataku tanpa sadar menatap teman yang lain. Aku sedikit terkejut saat bertemu mata dengan Yulia. Sesekali pula dengan Rahmi. Lalu Desy.

Satu jam berlalu.

Rio berdiri. Kayaknya dia sudah selesai. Aku tidak heran kalau dia cepat mengumpulkan jawaban. Aku keluar beberapa menit kemudian.

Depan kelas, rupanya Yulia, Rahmi, Desy, Via, dan Yanti telah menungguku.

“Nur, gimana rasanya duduk di belakang Rio?”

Eh?!  

“Bisa lihat jawabannya, gak?”

Aku menggeleng. Aku memang tak terbiasa nyontek.

“Kamu gak pusing cium aroma parfumnya?”

Hah?! Pertanyaan macam apa ini? Itu mereka tanya karena kasihan atau sirik, sih?

Aku langsung ngeloyor meninggalkan mereka. Setidaknya, seminggu ini Rio masih duduk di depanku. Besok, aku masih bisa mencium aroma parfumnya yang tadi tak sempat terpikirkan.

***

Jumlah kata: 287

Iklan

29 Tanggapan to “Prompt #9: Sang Ketua Kelas”

  1. nurusyainie 12 April 2013 pada 1:31 pm #

    Pertamaxxx…
    Ini FF paling enjel yang pernah saya buat. Gak ada twist yang berarti -_-”

    Maksudnya apa? Pesan moralnya apa? Tadinya saya berpikir bahwa kadang yang kita kecewakan ternyata ada kejutan setelahnya. Tapi, OMG… contohnya enggak banget!

    Tapi, ide tentang parfum selalu mengingatkan saya akan pertanyaan teman saya itu.

  2. Mita Alakadarnya 12 April 2013 pada 2:43 pm #

    penasaran parfumnya Rio gimana ya baunya… 😀

    • nurusyainie 12 April 2013 pada 3:19 pm #

      Lupa hahaha… wangi2 minyak rambut kayaknya dia.

      *berdoa, semoga Rio asli gak baca tulisan ini*

      • Carra 12 April 2013 pada 9:26 pm #

        waks.. minyak rambut kan ndak wangiiii.. aku ndak tahan ama bau minyak rambut 😐

        • nurusyainie 12 April 2013 pada 9:51 pm #

          Ada yang wangi, Mak tergantung merk-nya hihihi… 🙂
          Wangi2 maskulin gitu *apa sih?!*

      • Mita Alakadarnya 13 April 2013 pada 7:10 am #

        minyak rambut, apa mintak nyong-nyong…. 😀
        semoga rionya baca… 😀

        • nurusyainie 13 April 2013 pada 10:55 am #

          Hahaha, saya sudah lama dengar tuh minyak nyong-nyong tapi belum tahu aromanya bagaimana

          *awas rio kalau kamu baca!*

          • Mita Alakadarnya 13 April 2013 pada 10:59 am #

            coba dech mbak cari minyak nyong-nyong dan rasakan aromanya,,,, hmmm….. 😀
            *baca dong rio* 😀

  3. Miss Rochma 12 April 2013 pada 3:09 pm #

    nggak konsen ulangan 🙂

    • nurusyainie 12 April 2013 pada 3:38 pm #

      Hihihi… iya. Tapi semangat juga ke sekolah *halah, opo iki?*

  4. fatwaningrum 12 April 2013 pada 3:52 pm #

    yaaa ampuuun, ini trnyata kisah nyata ya? langsung ngakak dah :))))

    • nurusyainie 12 April 2013 pada 8:21 pm #

      Fiksi, mbak. Tapi dibuat berdasar kisah nyata.
      Nama2nya pun bukan nama yang sebenarnya dan ada yang didramatisir hihihihi…

      *hadeuh*

  5. ajenn08 12 April 2013 pada 9:19 pm #

    Hahahhahah jadi ingat masa SMA jugaaa ada teman kelas yang suka pake parfum tap bau banget.. Rio oh rio..
    Salam Mbak

    • nurusyainie 12 April 2013 pada 9:41 pm #

      Hehehe… masa2 yang sering dikenang 😀
      Salam balik, Mbak Ajen

  6. sari widiarti 12 April 2013 pada 9:21 pm #

    eh.. knp ya ketua kelas selalu mempesona 😀

    • nurusyainie 12 April 2013 pada 9:43 pm #

      Iya, kenapa yah? #lospokus hihihi… :p

  7. jiah 12 April 2013 pada 9:23 pm #

    Beneran g hirup parfumnya?
    kalo jd aq pasti telerrrr
    #NggaSukaParfum 😀

    • nurusyainie 12 April 2013 pada 9:46 pm #

      Kalau sengaja menghirup, kayaknya enggak hahaha… 😀

    • Hayle 30 November 2014 pada 2:15 pm #

      The paragon of untrdsdaneing these issues is right here!

  8. Renee 13 April 2013 pada 1:48 am #

    Kayaknya selera parfumnya Nur dan Rio itu sama ya mbak… *asal nebak* hihihi…

    • Renee Uze 13 April 2013 pada 7:54 am #

      aduh.. kenapa dobel-dobel inih, ngapus yg ini gimanah yah??? gak kyk diblogspot yah 😀 *baru pindah ini soalnya*

    • nurusyainie 16 April 2013 pada 8:15 pm #

      Enggaaaaaak… *teriak histeris*

      Dengan pasti saya menjawab tidak hiks, hiks, masa wangi saya jadi maskulin atau atau sebaliknya si Rio jadi wangi cewek hiiii… enggak banget

      #komen dobel udah saya hapus mak 🙂

  9. Luluk Ubaidah 13 April 2013 pada 5:10 am #

    secret admirer nih mbak…jadi inget masa-masa itu..ups, 🙂

    • nurusyainie 16 April 2013 pada 8:17 pm #

      Hiks, iya
      hanya bisa melihat saja 😦

  10. Diah Kusumastuti 13 April 2013 pada 1:28 pm #

    huwaaaa…. untung ga jadi bikin yang mirip ini. tapi kalau saya dulu sama kakak kelas idola mbak, hehehe… semeja lagi. parfumnya wangi banget.. haduuhhhh… deg deg serrr 😀

    • nurusyainie 16 April 2013 pada 8:28 pm #

      Hihihi… saya dulu duduk semeja dengan cowok hanya terjadi jaman SD. Seingat saya pun hanya kelas 2. Saat itu juga duduk sama ketua kelas 🙂

      Wangi banget yah? Berarti setiap dia bergerak dikit, wanginya menguar lagi hihihi *ngebayangin*

  11. sulunglahitani 14 April 2013 pada 10:48 pm #

    Weeh, meski ga ngetwist, tapi enak dibaca kok mbak. Ringan. Minyak rambut yang berbau itu kalau ga salah warnanya ijo, deh. Minyak rambut jaman dulu. hihi

    • nurusyainie 16 April 2013 pada 8:35 pm #

      Hahaha… iya, kali ini lebih ringan.
      Biasanya kalo berat2 butuh 2-3 kali baca baru ngerti. Ini sekali baca langsung wuuuuz…

      Wah, saya bukan pemerhati minyak rambut cowok hahaha… *curiga yang ijo itu dulunya dipake Sulung :p *

  12. Hendra Wirawan 3 Mei 2013 pada 11:48 pm #

    tiba-tiba gw seperti melayang kembali belasan tahun silam saat-saat jaman kejayaanku di SMA setelah baca cerita ini wkwkwk
    #saya suka saya suka ….

Silahkan komentar... ^^ Jika tidak punya blog, masukkan url facebook atau twitter yah :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: