[BeraniCerita #04] Patah Hati

27 Mar

Patah HatiKuberlari masuk ke kamar. Aku ingin segera memeluk guling dan menangis di sana.
Harry, lelaki yang selama ini kutunggu dengan penuh kesetiaan ternyata melupakan janjinya. Lalu dengan begitu mudahnya memilih perempuan lain. Dan yang paling membuat sakit hati, perempuan itu lebih muda enam tahun dariku.

Aku ingin menagih janjinya, ingin marah padanya, ingin memakinya. Tapi setiap bibir ini hendak mengeluarkan umpatan, tiada kata yang terucap. Aku terlalu cinta padanya, bahkan setelah dia menyakitiku.

Aku masih terisak saat kudengar suara…

“Ooh … cintamu diabaikan?”

Kuhentikan tangisku. Kulihat siapa yang baru saja berkata.

“Itu bukan urusan, Om. Dasar orang sok tahu.”

“Engkau patah hati dan merasa dunia tak berarti lagi.”

“Jangan mengurusi patah hatiku, Om. Biarkan aku menangis dengan tenang. Duniaku memang sudah berakhir saat kutahu dia memilih perempuan itu.”

“… kau kasihani dirimu dengan ratapan dan air mata.”

“Oh, diamlah. Orang patah hati memang penuh air mata. Apa Om tak pernah patah hati hingga tak mengetahuinya?”

Aku berharap dia diam. Namun dia masih saja berkata-kata dengan sok bijak seakan tak mengerti perasaanku.

“Kau rusak kesehatanmu sendiri.”

“Satu-satunya alasan aku bernafas hingga hari ini adalah untuk dia.” Kulirik gunting di meja.

“… menjadikanmu tak menarik bagi calon kekasih baru yang lebih baik dan memuliakanmu.”

“Aku tak yakin bisa jatuh cinta lagi pada yang lain. Seandainya rasa cinta ini bisa dipindah-pindahkan, mungkin aku sudah jatuh cinta berkali-kali. Tapi aku hanya bisa terpaut padanya. Sudahlah, Om!” Aku mulai capek dengar petuahnya.

“Apa yang membuatmu demikian yakin bahwa tak ada orang lebih baik daripada dia yang telah menyepelekan cintamu?”

“Yah, aku yakin karena dia… dia….” Aku tak menemukan alasan kuat. Aku mulai terlihat ragu.

Aku terdiam.

“Engkau berhak bagi yang lebih baik.”

Serasa ada yang menusuk hati. Aku bagai ditampar keras. Pening.

“Oh, baiklah Om, cukup nasehatnya hari ini.” Kumatikan TV.

*

Aku terduduk dalam diam sambil memeluk lutut. Gunting sejak tadi telah kusingkirkan jauh-jauh. Rencana untuk membuat Harry merasa bersalah karena kematianku, telah kuhapus dari otakku. Aku akan memulai lembaran baru. Mungkin benar kata Om Mario Teguh. Ada seseorang di luar sana yang lebih pantas untukku. Yang lebih menghargai cintaku.

***

Jumlah kata: 345

banner-BC#04-winner

Iklan

21 Tanggapan to “[BeraniCerita #04] Patah Hati”

  1. Mr.Fzx 27 Maret 2013 pada 8:58 pm #

    alamak, serasa bicara langsung ya mbak 🙂

    • nurusyainie 27 Maret 2013 pada 9:14 pm #

      Hahaha… inginnya sih gitu, bertemu langsung sama si Om 😀

      Tapi kata2 MT inilah yang sukses membuat saya move on. Dan beberapa teman yang patah hati, ketika saya berikan kalimat dari MT ini, mereka rata2 bisa move on lebih cepat 🙂

      • Mr.Fzx 27 Maret 2013 pada 9:23 pm #

        wah fiksinya terinspirasi dari hati ternyata.
        tp mmg kadang temanya pas bgt dgn kondisi kita, jd berasa kesindir,haha

        • nurusyainie 27 Maret 2013 pada 9:35 pm #

          Hahaha… *blush*

          Lebih mudah menuliskan apa yang pernah kita rasa. Dan lebih bisa dimengerti dan dipahami jika rasa itu memang rasa yang pasti dialami juga oleh orang lain 🙂

  2. Aisyah. S. A. 27 Maret 2013 pada 11:19 pm #

    Oooh.. Ternyata ponakannya Pak Mario Teguh toh.. *belagak bego’* hihihi..

  3. penuhcinta26 28 Maret 2013 pada 8:24 am #

    Bagus, Nur.

  4. Mita Alakadarnya 28 Maret 2013 pada 9:15 am #

    jiahhh,,,,, ngobrol sama TV…. 😀

    • nurusyainie 28 Maret 2013 pada 10:31 am #

      Begitulah, Mit.
      Orang patah hati kayaknya hanya sebutan halus dari “orang gila” wkwkwkwk… 😛

  5. fatwaningrum 28 Maret 2013 pada 9:20 am #

    wekekekekekeke agak curigation waktu si Om bilang memuliakan ituh, en ternyata benarrr, mbaknya lagi ngobrol sama omku *ngaku2 :))))

    • nurusyainie 28 Maret 2013 pada 10:36 am #

      Hahaha… 😀 Om bersama. Eh, jangan2 kita sodaraan :mrgreen:

  6. Miss Rochma 29 Maret 2013 pada 2:19 pm #

    oh, oh.. ternyata om mario..
    hebat, bisa menuliskan perbincangan yang tidak langsung antara dua orang ini 🙂

    • nurusyainie 1 April 2013 pada 2:47 pm #

      Hehehe… awalnya ragu menjadikan Om Mario Teguh menjadi twist. ternyata bisa juga 😀

  7. Tami 1 April 2013 pada 8:11 pm #

    waah, pantes menang 🙂 Selamat ya mbak ^^
    nggak nyangka ternyata ngobrol sama TV xD

    • nurusyainie 1 April 2013 pada 8:52 pm #

      Makasih, mbak Tami 🙂

      Tulisan ini melalui pergulatan bathin yang panjang. Makanya nyetor diakhir2 deadline 😀

  8. Ika Koentjoro 6 April 2013 pada 6:47 pm #

    ga nyangka kalo ternyata ngobrol sama TV. pas ngomongin gunting aku kira sama tukang potong rambut. siip, selamat yo dah menjadi pemenang

  9. tuaffi 11 April 2013 pada 11:35 am #

    bagus ceritanya, waktu kata ini ‘cintamu diabaikan?’, aku udah keinget MT sih.. Tapi tetep gag nyangka endingnya gitu. hehehe

  10. rinibee 12 April 2013 pada 1:48 am #

    Bahasa yang dipakai si oom khas banget ya?

    Selalu suka cerita buatan mba Nurusyainie.. 🙂

Silahkan komentar... ^^ Jika tidak punya blog, masukkan url facebook atau twitter yah :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: