I Believe I Can Fly

22 Mar

I Believe I Can Fly, adalah lagu kesukaan saya sejak pertama kali mendengar lagu itu dinyanyikan oleh Rio Febrian di ajang Asia Bagus. Saya bagai melayang saat menemukan lagu itu diantara koleksi kaset kakak pertama. Lalu dengan pedenya, saya mengklaimnya sebagai milik saya huwahahaha… ^^

Percayalah, saat itu radio dan kaset masih menjadi primadona, sebelum kedatangan para gadget teknologi tinggi. Pulang sekolah, saya selalu memutar lagu R. Kelly itu bersama lagu-lagu favorit saya lainnya, seperti I’m Leaving On a Jet Plane dan How Can’t I Not Love You.  Dari lagu-lagu kesukaan saya itu, bisa terbaca kalau saya suka hal-hal yang romantis. *eaaa

Setelah masa kepopuleran radio dan kaset menurun, saya pun memensiunkan radio saya. Berganti dengan komputer yang bisa melakukan tugas radio memutar lagu-lagu favorit saya itu dengan lebih baik karena tak perlu saya ganti side A dan side B.

Saya tahu, saya tidak bisa terbang layaknya burung yang memiliki sayap. Membayangkannya saja, imaji saya langsung mengarah ke ibu peri hihihihi…  sosok perempuan cantik yang bersayap dan memegang tongkat ajaib. Aih, saya tak mungkin bisa seperti itu… *yaiyalah, itu kan dongeng. Tapi, lagu itu benar-benar membius saya. Liriknya begitu kuat. Bahwa keajaiban-keajaiban dalam hidup, tidaklah berasal dari luar, tapi justru dari dalam diri kita sendiri. Kita sendirilah yang harus menemukannya sendiri, lewat keyakinan yang begitu kuat. Jika kita percaya, maka kita pasti bisa!

Pernah, suatu hari di bulan Februari (tahunnya lupa) saya mendengar berita kalau adik saya yang mengambil kuliah profesi di Unair, akan segera disumpah menjadi Apoteker. Wah, perasaan saya degdegan. Beneran, deh! Saat itu saya terpikir bahwa pasti harus ada yang menemani orang tua ke Surabaya. Opsi yang saya dengar kalau bukan kakak pertama, kakak keempatlah yang akan menemani mama selama perjalanan ke Surabaya itu.

Tapi entah kenapa, saat itu saya begitu yakin kalau sayalah yang akan terpilih menemani mama (saat itu papa tidak bisa berangkat). Melihat kesibukan kakak pertama, saya rasa dia tak akan bisa pergi. Sedang kakak keempat? Wah, dia mungkin bisa saja pergi, tapi sebagai PNS dia tak mungkin bisa lama menemani mama, sedang yang saya dengar, mama akan jalan-jalan dulu di Surabaya sebelum pulang. Rugi kan kalo udah sampai di sana tapi gak sempat lihat-lihat kota. Sedang saya? Oh, tenang saja. Saya available kok hehehe… Saya bisa menjalankan tugas kapan saja ^^

Menunggu keputusan siapa yang akan menemani mama, saya begitu getol memutar lagu  I Believe I Can Fly dan I’m Leaving On a Jet Plane. Niat banget yah hahaha… Bahkan kakak keempat saya mungkin bosen dengerin lagu itu.

Secara diam-diam pula, saya janjian kopdar dengan teman sesama penggemar game online perangkaum yang ada di Surabaya. Pede banget yah… padahal belum jelas siapa yang akan menemani mama saat itu heuheuheu… ^^

Mendekati hari H.

Taraaaa… saya memang yang terpilih sebagai teman perjalanan mama *loncat-loncat heboh… Selain available, mungkin kakak-kakak saya tahu kalau saya sudah terbiasa melakukan perjalanan ke luar kota, jadi sayalah orang yang tepat. *eaaa.. eaaa…

Dan selama perjalanan, saya kembali diingatkan saat pertama kali saya ke Makassar bersama mama. Saat itu saya hanyalah anak kecil yang selalu bergantung pada mama. Tapi, saat perjalanan ke Surabaya, menjadi terbalik. Sayalah yang mengurus segalanya dan mama tinggal tahu beres dan duduk nyaman. Kini, saya memang percaya saya bisa terbang. Ya, terbang dengan pesawat Lion Air tentunya hahahaha…

Aaaah, senangnya melakukan perjalanan secara gratis hehehe… 🙂

***

#Tulisan ini bukan iklan maskapai Lion Air, tapi untuk Lampu Bohlam, semoga terus bersinar yah

Iklan

6 Tanggapan to “I Believe I Can Fly”

  1. latree 22 Maret 2013 pada 8:13 pm #

    terima kasih mbak. tulisan ini juga inspiratif loh. semoga saya bisa konsisten jaga lampubohlam tetap menyala ya 🙂

    • nurusyainie 23 Maret 2013 pada 1:00 pm #

      Saya baru pertama kali ini nulis untuk lampu bohlam. Temanya ngingetin pada lagu favorit soalnya. Jadi, kayak ada lampu bohlam di kepala hahaha… 😀

  2. Aisyah. S. A. 23 Maret 2013 pada 12:34 pm #

    Eh ya mbak, Asia Bagus itu taun berapa ya? Perasaan waktu itu masih SD ato SMP yah?? Ato jgn2 satu angkatan?? 😀

    • nurusyainie 23 Maret 2013 pada 1:17 pm #

      Waktu nulis ini, sudah ada feeling bakal ketahuan umur nih 😀
      Lupa soal tahun, tapi bisa jadi kita seangkatan mbak hahaha…

  3. Ria 1 April 2013 pada 10:49 am #

    kirain ini untuk lomba menulis maskapai lion air 🙂

Silahkan komentar... ^^ Jika tidak punya blog, masukkan url facebook atau twitter yah :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: