Undangan Pernikahan yang Menembus Batas

25 Feb

Pernikahan merupakan fase orang tua melepas anak untuk menuju hidup yang baru. Sama sekali baru baik bagi si anak maupun bagi orang tua. Jika calon pengantin deg degan menuju hari bahagianya, sebenarnya orang tua pun sama deg degannya. Karena sebuah pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan, namun juga menyatukan dua keluarga. Jadi, bukan hanya calon pengantin yang melakukan penyesuaian satu sama lain, namun keluarga pun melakukan penyesuaian karena masuknya satu anggota baru ke dalam keluarga masing-masing. Pernikahan ini merupakan proses bagi kedua belah pihak, termasuk proses dalam menyelenggarakan pernikahan yang ideal buat anak.

arief dan erika

Untuk mewujudkan pernikahan yang ideal tersebut, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan. Salah satunya adalah undangan pernikahan. Undangan ini bersifat pemberitahuan untuk hadir pada hari dan jam tertentu di tempat yang disebutkan dalam undangan. Begitu pentingnya peran undangan, hingga kesannya menjadi wajib, harus ada.

Bagi saya, pernikahan bukan hanya sebuah pesta. Tapi juga ajang reuni keluarga besar. Keluarga, sodara, teman masa kecil, handai taulan, yang berada berpuluh-puluh kilometer jauhnya, akan berusaha untuk hadir.

Jika dulu keluarga jauh diberitahu lewat surat atau telpon tanpa mengirim bentuk undangan, maka kini telah ada fasilitas untuk mengirim undangan pernikahan secara online yang bisa diakses di media sosial. Selama ada akses internet, undang pernikahan online tersebut dapat diterima.

Namun, diantara makin modernnya fasilitas undangan pernikahan yang disediakan, ada hal yang tak bisa kita abaikan begitu saja.

Orang Tua vs Anak Muda

Sejak dulu, selalu ada perbedaan cara pandang terhadap sesuatu antara orang tua dan anak muda. Karena perbedaan itu, sering kali membuat tidak akur. Ketidakakuran itu masih bisa dimaklumi karena perbedaan jaman. Orang tua cenderung mengikuti prosedur dan berpikir etis, sedang anak muda cenderung berpikir instant.

Begitu pun halnya dengan undangan pernikahan. Di daerah saya, adanya undangan penikahan dalam bentuk fisik, dianggap sebagai penghormatan kepada para tamu undangan. Undangan secara lisan, biasanya ditanggapi berbeda tiap orang. Ada yang tetap hadir ada pula yang enggan datang dengan alasan tidak diundang dikarenakan surat undangan secara fisik tidak mereka terima. Itulah mengapa, orang tua masih tetap memilih surat undangan pernikahan fisik untuk lebih menghargai rekan mereka. Orang tua memahami bahwa, rekan mereka ada yang telah lanjut usia dan sepuh, sehingga tidak mungkin bagi mereka untuk menerima undangan secara online.

Secara etis, untuk saat ini rasanya tak patut mengirim undangan pernikahan online kepada Boss di perusahaan, kepala dinas di mana kita bekerja, atau kepada bapak Bupati atau Walikota. Mungkin ada yang akan memberi argumen, tapi di daerah saya, hal tersebut belum dapat diterima secara umum.

Sedang pola pikir anak muda yang serba cepat,  kehadiran undangan penikahan secara online sudah bisa diterima. Cepat membuatnya karena banyaknya pilihan template design undangan, harga lebih terjangkau, dapat diperbanyak berapapun jumlah undangan yang kita butuhkan tanpa takut kehabisan. Hemat dan cepat, kata kunci yang paling disukai anak muda.

Kedua hal di atas bisa ditengahi dengan membagi dua sistem undangan. Penerima undangan fisik dan penerima undangan online.

Meskipun tidak semua tamu diberikan undangan pernikahan online, setidaknya ada sebagian atau setengahnya dari jumlah tamu undangan yang menerima undangan pernikahan online, hal itu dapat menghemat pengeluaran dari segi undangan. Dan yang menggembirakan, hal itu dapat meminimalisir penggunaan kertas.

Kelebihan Undangan Pernikahan online

Tak bisa dipungkiri, sebagai bagian dari anak muda, saya mendukung kehadiran undangan pernikahan online ini. Bagi anak muda, kemudahan memiliki akses internet baik dari laptop maupun HP, membuat anak muda lebih memilih menerima undangan pernikahan secara online. Selain mereka dapat mengecek jadwal acara dengan lebih mudah, tinggal buka laptop atau HP, mereka juga tidak diribetkan dengan kertas undangan yang ujung-ujungnya akan masuk ke tempat sampah mereka.

Undangan pernikahan online memberi kesan modern dan tentu saja sebutan keren yang disematkan buat pemilik acara. Saya pernah menerima undangan pernikahan Arief dan Erika (foto di atas) yang dikirim lewat facebook dan saat saya klik link yang diberikan, saya terpana dengan design, foto calon pengantin, serta kisah-kisah di dalamnya. Yang terbersit saat itu, “Wah, undangannya keren!”

Soal Go Green pun tak bisa disangkal kalau peralihan undangan pernikahan dari kertas menjadi undangan pernikahan online, dapat menghemat banyak kertas, sampah dapat berkurang dan sejumlah pohon dapat diselamatkan.

Kehadiran datangya yang membidani undangan pernikahan online, tentu sangat menggembirakan. Apalagi saya yang belum menikah, bisa mendapat referensi baru untuk membuat undangan pernikahan yang cepat, design menarik, fitur lengkap, murah dan dapat diakses oleh para  undangan di mana pun mereka berada.

Fitur yang disediakan oleh datangya pun begitu memanjakan customer. Ada fitur yang sama dengan undangan fisik, tapi ada pula yang tidak ada.

Saya langsung jatuh cinta pada fitur Love Story. Ouch… bagian ini hati saya selalu berwarna pink. Saya tahu bahwa banyak cara untuk menemukan cinta. Kisah cinta tiap orang selalu berbeda, tapi selalu ada yang sama di sana, yaitu adanya keindahan dari cinta itu sendiri.

Bisa di Share ke Media Sosial. Belum lama ini, salah satu teman di dunia maya menikah dan saya tidak mengetahuinya. Ketika saya tanya mengapa saya tidak diundang, dia lalu bilang kalau alamat saya tidak dia ketahui.

Saya jawab, “Jaman sudah digital gini masih bingung cari alamat.”

Jika memesan undangan pernikahan online di datangya.com, tentu teman saya itu bisa dengan mudah men-sharenya ke wall facebook saya. Dan saya tentu akan menerimanya dengan senang hati.

Adanya fitur hitung mundur, dapat mengingat para undangan untuk bersiap menuju hari H.

Dan fitur Background Music-nya begitu menggoda. Tiap pasangan pasti punya lagu mereka sendiri. Lagu yang akan selalu mengingatkan mereka akan momen terindah. Kehadiran musik saat membuka undangan sungguh romantis sekali, apalagi kalo kisah lagu ini pun ada dalam Love Story-nya.

Do’a dari Segala Penjuru

Saat mengirim undangan, kita berharap mereka akan datang. Tapi kita tentu tahu bahwa ada beberapa tamu undangan yang tak bisa hadir karena sebab tertentu. Kesibukan, atau jarak yang begitu jauh bisa menjadi sebab.

Teman-teman blogger, facebook, twitter yang kita kenal lewat media sosial, bahkan ada sebagian yang belum pernah bertatap muka, tentu juga bagian dari kenalan yang tak bisa kita abaikan keberadaannya.

Tidak ada salahnya mengirimi mereka undangan, terutama undangan online yang bisa mereka terima lebih cepat dan mudah tanpa khawatir salah alamat. Dan lagi-lagi, tentu saja, tanpa ada tambahan biaya jika mengundang mereka. Meski ada yang tak bisa hadir secara langsung, mereka akan mengirimkan do’a tulus demi kelancaran acara, dan kebahagiaan kita.

***

Belum bisa 100% menggunakan undangan pernikahan online bukan berarti tidak mungkin. Suatu hari, anak muda saat ini akan menjadi orang tua dan ketika saat itu tiba,  undangan pernikahan online sudah bukan hal yang baru lagi. Melihat kinerja wakil Gubernur Jakarta, bapak Basuki Tjahaja Purnama yang selalu menggunakan fasilitas internet, bisa jadi suatu hari, para pejabat kita pun akan dengan senang hati menerima undangan pernikahan online. Dan mereka akan merasa keren, dan tidak akan melewatkan acara yang memakai undangan sekeren itu 🙂

Apalagi kalau datangya makin memperluas bidang yang digeluti, tidak hanya terbatas pernikahan, tapi juga undangan lainnya seperti wedding anniversary, ulang tahun, aqiqahan, dan lain-lain. Bahkan, saya membayangkan dimasa depan, jika suatu sekolah akan mengadakan acara seperti perpisahan sekolah atau prom night, mereka menggunakan undangan online. Cepat, keren, murah, dan tentu saja peduli lingkungan.

 

Iklan

Satu Tanggapan to “Undangan Pernikahan yang Menembus Batas”

Silahkan komentar... ^^ Jika tidak punya blog, masukkan url facebook atau twitter yah :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: