Anak Bule dan Sikat Gigi

16 Feb

Kayaknya sekarang punya anak bule suatu hal yang membanggakan yah :). Apalagi banyak artis-artis baru yang bermunculan adalah setengah bule. Dan harus diakui, bahwa fisik mereka sangat menarik.

justin bieber

Anak bule dalam arti yang sesungguhnya

Anak bule dalam arti sesungguhnya adalah anak dari orang bule atau orang barat. Identik dengan rambut pirang, mata biru, kulit putih, meski tidak selalu harus seperti itu. Sebutan orang bule sering dilekatkan pada orang-orang di benua Eropa dan benua Amerika. Sekarang penggunaannya makin meluas, pirang dikit udah disebut bule hihihihi…

Tapi tahukah kalau di daerah saya, di Kendari, sejak dulu istilah anak bule itu bermakna negatif. Istilah anak bule itu biasanya sering dipakai untuk mencela dan memaki. Diucapkan dalam keadaan marah pada seseorang. Awalnya, anak bule ditujukan untuk anak-anak yang tidak memiliki bapak. Mungkin dulu ada kisah tentang wanita pribumi yang mempunyai anak dari penjajah bule, dan wanita itu ditinggalkan berrsama anak itu. Jadi muncullah istilah anak bule. Wallahu a’lam.

Sekarang, anak bule dipakai kapan saja bila seseorang itu marah. Bahkan bisa ditujukan pada orang yang memiliki orang tua lengkap dan bukan keturunan bule pula.  *sadis men!

Sejak kecil, bukan tak pernah saya mendengar makian itu diucapkan oleh teman sebaya saya. Tapi orang tua, terutama mama, telah lebih dahulu melarang kami untuk mengucapkan kata itu. Biarlah orang lain, asal jangan kami yang ikut-ikutan mengucapkannya. Tidak sopan dan kasar. Syukurlah, semua saudara saya sangat tabu untuk mengucapkan istilah itu. Karena tabunya itu, sampai-sampai untuk mendengar saja kayak mendengar halilintar. Kaget!

Dalam keseharian, istilah itu sering saya dengar diucapkan oleh seorang ibu kepada anaknya.   *Lho?

Waktu ke rumah sodara, saya tinggal agak lama di sana. Saya terkaget-kaget mendengar teriakan seorang ibu terhadap anaknya sambil mengucapkan kata itu. Dan, ketika anak tetangga tersebut yang baru berusia 4 tahun main bersama ponakan saya, saya pun mendengar lagi anak itu mengucapkan anak bule.

Wah, saya langsung menasihati anak itu. “Adek, tidak boleh bilang itu.”

“Kenapa? Mama saya juga suka bilang itu.”

“Adek tahu gak artinya?”

“Enggak.” Jawabnya polos

Haish…!

Anak memang peniru ulung. Mereka sangat pintar meniru apa yang mereka lihat dari orang dewasa di sekitarnya. Jadi mesti bijak dan pandai dalam bertutur *nasihatin diri sendiri  🙂

Naufal Rakaan Bukide

Naufal Rakaan Bukide (Aan)

Saya memang melarang para ponakan untuk mengucapkan kata itu. Dengan predikat sebagai seorang tante, saya punya “kekuasaan” terhadap mereka dan punya hak untuk “mengintimidasi”  agar kata itu tidak mereka ucapkan     *smirk  

Jika ada satu yang mengucapkannya, yang lain pasti langsung melapor ke saya.

“Amma, masa toh tadi Aan da bicara kotor. Da bilang… contoh nah, da bilang anak bule.”

“Hah? Mana dia? Suruh cuci mulut. Sikat gigi.”

Karena “kotor”, jadi kesannya harus sikat gigi biar bersih kembali. Ini hanya sebagai konsekuensi karena mereka mengucapkan kata itu. Setidaknya gigi mereka bisa bersih hehehe… kasihan kan kalau dipukul.

Suatu hari saya kena batu karena memberi “hukuman” sikat gigi itu.

Saat selesai memandikan Aan, saya memberi sikat giginya yang telah diberi odol. Dia menolak.

“Saya kan tidak bicara kotor, Amma.”

Gubrak…! Hampir saja saya terjatuh mendengar kalimat polosnya. Mau ta’ jitak-jitak kepala botaknya saking gemesnya.

Iklan

4 Tanggapan to “Anak Bule dan Sikat Gigi”

  1. Mita Alakadarnya 16 Februari 2013 pada 1:31 pm #

    itu di daerah mana mbk,?? di daerah saya gk pernah denger klu anak bule itu adalah “kalimat kotor”
    hahahhah, si Aan pinter ya,, 😀

    • nurusyainie 16 Februari 2013 pada 8:01 pm #

      Di Kendari, mbak Mita.

      Setahu saya sih tiap daerah punya istilah yg berbeda2 yang dianggap tabu untuk diucapkan. Biasanya ada kejadian pendahuluan yang menyebabkan sebuah kata atau kalimat dianggap tabu.
      Biasanya juga, dilarang karena bermakna yang tidak baik dan terdengar kasar. Yah, kalau di siaran biasanya di edit *tiiiit hehehehe

      Waah, kalo Aan sih sering buat saya kejengkang gara2 ucapannya yang polos

  2. JNYnita 16 Februari 2013 pada 8:59 pm #

    yah, kenapa sikat gigi jd semacam hukuman… 😥

    • nurusyainie 16 Februari 2013 pada 10:11 pm #

      Iya, kenapa yah jadi hukuman?
      Hehehe… logika simplenya sih, kalau mulut “kotor”, bersihkannya kudu gosok gigi. Kalo hanya kumur2 doang mah, gak ada efeknya.

      Tapi, mereka para ponakan gak anggap itu hukuman kok, Mbak 🙂
      mereka gak susah disuruh sikat gigi. Kalo pun mereka enggan sikat gigi, biasanya karena takut ke kamar mandi sendirian. Jadi memang harus ditemani hihihi… ^.^

      Ada kejadian, pagi hari saat saya kebelet ke kamar mandi. Eh, ada Aan sedang mandi. Saya suruh cepat2, dia bilang mau gosok gigi dulu. Saya bilang di luar aja gosok giginya, dia gak mau. Jadinya saya gondok sendiri sambil nahan Pi**s #blush

Silahkan komentar... ^^ Jika tidak punya blog, masukkan url facebook atau twitter yah :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: