Tulang Rusuk Abah

5 Jan

Saat harus mereview tulisan mbak Erry, saya bingung harus mulai dari mana saking banyaknya postingan mbak Erry. Saya lalu menyusuri category yang ada. Saya langsung tertarik pada Moments to Remember karena saya termasuk orang yang suka mengingat hal-hal penting dalam hidup saya.

Saya berhenti pada salah satu judul yang buat saya mengingat sesuatu. Gak langsung membacanya, tapi saya malah membuka folder musik dan mencari-cari lagu Rio Febrian yang berjudul sama, Bertahan.

Reff...
Aku bertahan karna ku yakin cintaku kepadamu
Sesering kau coba tuk mematikan hatiku
Takkan terjadi yang aku tahu kau hanya untukku
Aku bertahan ku akan tetap pada pendirianku
Sekeras kau coba tuk membunuh cintaku
Yang aku tahu kau hanya untukku

 

Mendengar lagu ini kembali, membuat hati bagai diremas-remas, diobrak-abrik kembali, dan membuka luka lama. *Oh, no jangan nangis plisssss…

Lagu ini memang gak se-populer lagu lain yang menduduki tangga lagu sampe berbulan-bulan, tapi lagu ini telah merajai hati saya saat SMA. Bertahan, yah saat itu saya bertahan untuk memberikan hati saya pada seseorang. Namun tak berakhir Happy Ending. Oh, so sad!

Saya telah move on, dan tak mau berlama-lama menangisi mengapa saat itu saya bertahan cukup lama. But, saya gak akan bercerita soal kisah sedih itu. *Ayolah, semua ingin tahu. Oh, forget it! Saya gak akan cerita tentang itu *huuuuu…. #pembaca kecewa

Saya membaca kisah mbak Erry tentang Abah di postingan yang berjudul Bertahan ditemani lagu ini. Rasanya? Campur aduk. Lagunya mendayu-dayu, sedih. Dan tulisan mbak Erry kadang buat saya senyum-senyum sendiri. *paling bisa yah mbak Erry ini hehehe…

Sama seperti mbak Erry yang hingga diakhir tulisan tetap gak menemukan jawaban mengapa bertahan di samping Abah (atau sebaliknya?) hingga 16 tahun? Saya pun gak ngerti mengapa bisa bertahan saat itu.

Yang saya tahu, saya susah untuk memulai memberikan hati untuk orang yang baru. Membayangkan bertemu orang baru dan memulai segalanya dari awal lagi, mengenal karakternya, kebiasaannya, kesukaan dan ketidaksukaannya, serta melalui fase “marahan” yang menguras emosi dan air mata. Oh, sungguh melelahkan. Terutama jika “orang baru” itu tak mau berkomitmen lebih jauh. Buang-buang waktu saja. *katanya gak mau cerita **Oops, keceplosan hihihi…

Kenyamanan. Mungkin itu salah satu alasan untuk bertahan. Jika kita telah merasa nyaman dengan seseorang, mengapa harus memulai sesuatu yang baru yang hasilnya masih belum pasti nyaman atau enggak? *Ho’o, gambling

bertahan1

Cinta bagai tanaman yang harus selalu disiram, jika tidak, dia akan layu kekeringan. Kayaknya hal itu dipahami betul oleh Abah, hingga momen-momen penting bersama Mbak Erry selalu diingatnya. Dan Emoticon romantis yang selalu dikirimi Abah, menandakan Abah sedang menyiram cinta itu *bener gak, Bah? hehehe…

Komitmen pun turut berperan di dalamnya. Saat memulai hidup baru, berjanji di hadapan Tuhan, berkomitmen untuk terus menjaga satu sama lain, bersama dalam suka dan duka *uhuk…

Membaca kisah Mbak Erry tentang kebiasaan Abah yang ajaib yang ditulis dengan kocak, buat saya terharu. Sungguh! Penerimaan akan hal-hal “ajaib” itu tentu membuat hati lebih lapang. Tak semua wanita memiliki hal itu. Dan sebaliknya, kebiasaan mbak Erry yang “aneh” saking anehnya hingga menyebut diri sendiri dengan freak *hohoho… juga diterima Abah tanpa banyak protes. Dan lagi-lagi, gak semua laki-laki memiliki hal itu. Dan makin yakinlah saya jika Tuhan telah menciptakan mereka memang untuk bersama.bertahan2

Jadi, masih bertanya mengapa bisa bertahan? Maka saya hanya bisa mengatakan bahwa bersama mbak Erry, Abah bagai menemukan tulang rusuknya yang hilang.

* * *

Ikutan GiveAway-nya mbak erry di Bibi Titi Teliti’s Korean Giveaway!

Iklan

14 Tanggapan to “Tulang Rusuk Abah”

  1. Titik Asa 5 Januari 2013 pada 5:55 pm #

    Bahagianya kalo melihat tulisan tentang keluarga bahagia seperti di postingan ini…
    Kalo saya sudah 23 tahun bersama si mamah…
    Salam,

    • nurusyainie 5 Januari 2013 pada 6:30 pm #

      Hehehe… senang yah Pak Dhe.
      Aih, udah 23 tahun. Bertahan selama itu tentu ada yang spesial pada si mamah heuheuheu… 😉
      Mau ngulik Bu Dhe apa rahasia nya xixixixi… ^^

      Salam juga

      • Titik Asa 5 Januari 2013 pada 6:33 pm #

        Saling cinta, saling pengertian. Yg lebih penting, tahan ujian kehidupan. Karena hidup tak selamanya berjalan dg lancar…hehehe
        Salam,

        • nurusyainie 5 Januari 2013 pada 6:56 pm #

          Yep, bener pak Dhe.
          Mudah2an saya gak terbuai pada yang indah2nya aja. Tapi juga harus siap dengan permasalahan yg muncul kelak. Dan semoga bisa menyelesaikan dengan bijak 🙂

  2. Bibi Titi Teliti 5 Januari 2013 pada 6:04 pm #

    Hai Nur 🙂
    Makasih udah ikutan GA ku yaaaah 🙂

    dan ini judulnya so sweet sekali siiiiih…hihihi…

    trus..trus emang kenapa dia gak mau komitmen Nur?
    gak nyaman kenapa? cerita dong…*kepo abis*…hihihi…

    yah, emang kenyamanan itu menurutku jauh lebih penting daripada cinta yang bergejolak dan membabi buta..mungkin itu salah satu hal yang bisa membuat hubungan bertahan lama yah 🙂

    Semoga dikau juga bisa segera menemukan tulang rusuk mu yah 🙂
    dan jangan lupa di posting disini biar bisa aku kepo in…hihihi…

    Sudah aku catat sebagai peserta yah 🙂

    • nurusyainie 5 Januari 2013 pada 6:48 pm #

      Hihihihi… judulnya lumayan lama nentuinnya. Mau ta’ kasih judul “Bertahan” juga, kok gak kreatif hehehe… akhirnya dapat yang itu.

      Aduh, malu saya kalo dikepoin, mbak. Nanti ngerasa jadi artis *koplak

      Hahaha… oke deh mbak, kalo nemu tulang rusukku telah saya siapkan sebuah tempat istimewa di blog ini 🙂

      Hore, udah tercatat jadi peserta. Makasih 🙂

  3. achoey el haris 8 Januari 2013 pada 9:32 am #

    Keluarga samara itu memang indah 🙂

  4. Myra Anastasia 9 Januari 2013 pada 11:16 am #

    Erry dan abah itu termasuk pasangan unik.. terutama errynya.. hehehe.. tp ya mereka emang klop 😀

    • nurusyainie 9 Januari 2013 pada 2:40 pm #

      Tiada duanya di dunia blogger hihihi…

  5. lialathifa 10 Januari 2013 pada 11:38 am #

    xixixi..kadang bernostalgia itu perlu, membongkar lagi kenangan indah dan pahit, insyaallah justru membuat kita tertawa dan dapat menyambut lagi masa depan, tsaaah ^_^

    • nurusyainie 11 Januari 2013 pada 8:55 pm #

      tsaaah… juga :p
      bernostalgia itu indah… buat hati bagai diremas2 lagi wkwkwkwk

  6. Mugniar 10 Januari 2013 pada 9:53 pm #

    Ooh ini untuk GA ya. Hihihi *ketularan tawanya mbak Erry*
    Mbak Erry memang kocak ya, apapun bisa dituliskan dengan kocak 😀
    Makasih mak sudah main ke blog saya 🙂

    • nurusyainie 11 Januari 2013 pada 9:01 pm #

      Yep… ikutan GA Bibinya si Bobo hehehe… ^^

      Suka kok jalan2 ke rumah mayanya mbak Niar 🙂
      Pssst… sebenarnya kita deketan kok tinggalnya, masih dalam satu pulau 🙂

Silahkan komentar... ^^ Jika tidak punya blog, masukkan url facebook atau twitter yah :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: