#Postcardfiction: Dream Come True

31 Des

Kamu baik-baik saja?

Besoknya, Olive akan kembali mengirim pesan yang sama ke semua media sosial yang sering mereka gunakan untuk berkomunikasi. Keesokan harinya lagi, Olive akan melakukan hal yang sama. Begitu seterusnya hingga hari berganti minggu, minggu berganti bulan.

“Semua telah menunggumu.” Ibu menyentuh halus pundak Olive.

Olive menatap nanar pada layar di depannya. Berharap ada keajaiban. Tapi, hingga Ibu menggandeng tangannya, tak ada balasan yang diharapkannya.

Keluarga Jason menyambutnya ramah. Olive memaksakan sebuah senyum manis di acara makan malam itu.

“Saya tidak tahu apa kamu setuju dengan perjodohan ini, “kata Olive saat mereka diberi kesempatan ngobrol berdua. “Tapi saya telah berjanji pada seseorang untuk menunggunya.”

“Ibumu cerita semuanya. Tapi dia sudah….”

“Tidak!” Olive cepat memotong perkataan Jason. “Prima masih hidup. Saya yakin itu!”

“Bukankah kapalnya….”

“Dia masih hidup!”

“Jika tidak?”

Olive terdiam. Lalu menghela nafas berat. “Saya akan mengikuti kemauan orangtua kita.”

“Sampai kapan?”

“Sampai saya yakin dia telah pergi.”

Hari-hari semakin tak pasti bagi Olive. Impian menikah di tempat pertama kali mereka bertemu, makin jauh dari angan. Tv pun tak lagi memberitakan kecelakaan kapal sebulan lalu.

Terdengar bel berbunyi.  Olive bangkit membuka pintu.

Tiba-tiba dia limbung, hampir terjatuh jika saja tak cepat memegang pintu. Air matanya mengalir deras, tapi kakinya bagai terpaku di tempatnya berdiri.

Lelaki yang berdiri dihadapannya memegang seikat mawar merah.

“Saya tahu kamu tidak menginginkan ini.”

Olive kaget saat lelaki itu membuang mawar itu.

“Kamu juga tak menginginkan ini.” Lelaki itu kembali membuang coklat yang diikat pita pink.

Lelaki itu merentangkan tangan kanannya. “Kamu hanya menginginkan saya pulang dengan selamat, seperti pesanmu saat ulang tahunmu dulu.”

Olive tak tahan menahan harunya. Dia lalu menubruk lelaki terkasih itu.

“Ow, hati-hati.” Prima melindungi lengan kirinya yang terbalut.

Prima mengeluarkan sebuah kotak kecil. “Untukmu.”

Olive menemukan cincin mungil di dalamnya. Dia menangis bahagia, karena impiannya akan segera terwujud.

dream come true

* * *

Diikutsertakan pada #postcardfiction yang diadakan oleh
Kampung Fiksi dan Smartfren

Iklan

Silahkan komentar... ^^ Jika tidak punya blog, masukkan url facebook atau twitter yah :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: