Nikmatnya SOTOJI Dimakan Bersama Nasi Putih

20 Mar

Pertama kali melihat SOTOJI di blog teman, saya pikir ini mie lokal asal Kendari. Bagi masyarakat kota Kendari tentu sangat familiar dengan kata –ji. Dalam perbincangan sehari-hari, tidak pernah lepas dengan imbuhan lokal yang selalu ditambahkan di akhir sebuah kata . Misal –mi, –ji, pale, dll.

“Kawan, ko bawa-mi bukuku?”

“Iyo, sa bawa-ji.”

Tambahan akhiran itu sebenarnya tidak memiliki arti yang tetap, hanya penegasan dari kata di depannya. Dan merupakan kebiasaan pengucapan masyarakat di kota Kendari. Jadi, bila tidak diartikan sekali pun tidak mempengaruhi maksud kalimat secara keseluruhan.

Tapi begitu klik link SOTOJI, saya baru tahu kalau SOTOJI itu Soto Jamur Instan. Jadi ternyata tidak ada sangkut pautnya dengan kota Kendari heuheuheu… ^^

Saya pun tertarik mencobanya. Apalagi saya termasuk penyuka soto. Saat memesannya, saya tahu kalau tibanya bakal lama, dan memang lebih dari seminggu sejak pemesanan, baru 3 bungkus SOTOJI itu tiba di alamat saya di kota Kendari.

SOTOJI

Saya pun memasak sebungkus SOTOJI itu. Sedang yang dua bungkus lagi saya beri ke kakak saya untuk turut mencobanya.

Saat akan memasak SOTOJI, saya meraba bungkusnya. Bungkusnya berbeda dengan mie instant lainnya. Bungkus SOTOJI lebih tebal, tidak transparan dan “keren”. Jadi bisa dipastikan kecil kemungkinan akan mengalami kerusakan. Cuman, bungkusnya terlalu besar untuk ukuran mienya. Ibaratnya, pakaiannya terlalu kegedean. Tapi, itu tidak mengurangi ke“keren”an tampilan keseluruhan SOTOJI.

Hidangan SOTOJI yang siap dinikmati

Saya membaca petunjuk memasak di belakang bungkusnya. Namun saya pikir, mungkin lebih baik jika jamurnya lebih dahulu saya masak agar lebih lunak karena waktu memegang jamurnya, terasa agak keras. Lalu kemudian saya memasukkan sohunnya. Sambil menunggu, saya membuka bumbunya serta menyiapkan garnishnya.Yah, saya ingin membuat semirip mungkin dengan gambar penyajian di bungkusnya.

Begitu siap, pertama saya mencicipi kuahnya. Hmmm… rasanya sama seperti soto pada umumnya. Saya pun mencoba keseluruhan mie tersebut. Hmmm… yummy, agak berbeda. Mulai terasa ada rasa jamurnya. Dan kehadiran jamur  ini tidak mengurangi rasa sotonya, malah terasa unik.

SOTOJI + nasi putih

Saya menikmati dengan nasi putih. Dan… taraaaaa, di sinilah kenikmatan itu baru terasa. Yah, SOTOJI dan nasi putih memang pasangan yang klop. Pas banget di lidah. Beda banget sensasinya jika mie instant lain yang saya campur dengan nasi. Mungkin karena SOTOJI memakai  sohun yah jadi terasa pas dengan nasi putih.

Saya lalu mengajak kakak dan ponakan saya turut menikmati nikmatnya SOTOJI ini.

Beberapa hari kemudian, saya bertemu kakak saya yang lain dan bertanya tentang SOTOJI yang saya berikan. Secara keseluruhan, dia memuji SOTOJI. Bahwa ada satu alternatif mie lain yang rasanya unik dan sehat karena ditambah dengan jamur. Dan rasa soto memang berpasangan dengan sohun. Namun dia memberi satu catatan penting soal jamurnya. Dia berharap jamurnya sebaiknya dipanggang kering saja, jangan digoreng karena minyak dapat memberikan rasa “apek” pada jamurnya.

Kedepannya, saya berharap kehadiran SOTOJI memberi khasanah baru sebagai alternatif pilihan makanan sehat dan mengenyangkan. Jika memungkinkan, pihak manajemen SOTOJI untuk terus melakukan percobaan-percobaan untuk rasa yang lain. Karena saya yakin, jamur bisa dipadupadankan dengan cita rasa masakan Indonesia yang lain.

Salam dari penikmat SOTOJI di Kendari

 

 

Tulisan ini diikutsertakan pada lomba blog SOTOJI

Iklan

Satu Tanggapan to “Nikmatnya SOTOJI Dimakan Bersama Nasi Putih”

  1. asdans 26 Maret 2012 pada 12:27 am #

    nice review. salam kenal, mampir kesini ya http://asdansbacktonature.blogspot.com/2012/03/makan-enak-nikmat-dan-smart-bersama.html

Silahkan komentar... ^^ Jika tidak punya blog, masukkan url facebook atau twitter yah :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: