Cinta dan Sayang

4 Mar

Cinta dan Sayang. Hmmm… dua kata ini bagai saudara kembar. Serupa tapi tak sama. Tak terpisahkan. Namun sayang, banyak yang salah persepsi dengan kedua kata tersebut. Pada situasi ini tentu sangat membingungkan. Mana arti dan makna sebenarnya dari kedua kata itu. Maka marilah kita kembalikan pada arti dan makna kedua kata itu pada bahasa aslinya. Bahasa tertua di dunia, yaitu bahasa Arab.

“Di antara tanda-tanda (kemahaan-Nya) adalah Dia telah menciptakan dari jenismu (manusia) pasangan-pasangan agar kamu memperoleh sakinah disisinya, dan dijadikannya di antara kamu mawaddah dan rahmah. Sesungguhnya dalam hal yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kemahaan-Nya) bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Ruum:21)

Tentu, sudah sering kita mendengar kata sakinah, mawaddah, dan rahmah. Betapa sering ketiga kata ini diucapkan buat pasangan yang baru menikah. Meski hanya membahas cinta dan sayang, tapi kita tidak dapat mengabaikan keberadaan sakinah yang menjadi awal dari mawaddah dan rahma.

Sakinah mengandung makna ketenangan.

Sebagai makhluk sosial kita memang diharuskan untuk berinteraksi. Meski, sewaktu-waktu kita merasa senang dalam kesendirian, namun tidak selamanya. Suatu waktu kita butuh seseorang. Kita akan gelisah dalam kesendirian. Kita butuh pasangan yang melengkapi jiwa kita. Maka ketika telah menemukan soulmate, ketenangan itu tercipta.

Mawaddah mengandung arti rasa cinta.

Mawaddah ini muncul karena di dalam hubungan (pernikahan) ada faktor-faktor yang bisa menumbuhkan perasaan tersebut. Kebaikan hati, kejujuran, kerendahhatian, wajah yang rupawan, harta yang berlimpah, serta status sosial, bisa menjadi daya tarik hingga munculnya mawaddah atau cinta.

Namun, rasa cinta ini, sebagaimana sebab hadirnya, dia juga bisa hilang oleh kebalikan dari sebab itu. Seperti tanaman yang butuh perawatan agar tumbuh dan berkembang dengan subur, begitu pula dengan cinta. Saat menemukan sesuatu yang tidak disukai dari pasangan, bisa jadi cinta itu akan terkikis sedikit demi sedikit hingga hilang sama sekali, jika tidak dirawat dan dijaga.

Rahmah mengandung arti rasa sayang.

Rasa sayang kepada pasangan merupakan bentuk kesetiaan dan kebahagiaan yang dihasilkannya. Ya, inilah tingkatan tertinggi.

Saat banyak orang mengagung-agungkan cinta, memuja-muji cinta, sebenarnya dia bisa hilang karena sesuatu sebab. Tetapi sayang, dia akan selalu ada dalam keadaan bagaimana pun. Saat musim semi yang memekarkan warna-warni bunga, atau saat hujan badai sekali pun, sayang akan tetap ada. Sayang, tidak seperti cinta, dia tidak memerlukan syarat tertentu. Bagaimana pun rupa seseorang, bagaimana pun dia, sayang tak pernah beranjak meninggalkan.

Untuk lebih mudahnya dalam memahami, mungkin kita bisa ilustrasikan terhadap seorang anak. Sedang terhadap pasangan… saya serahkan ilustrasinya terhadap pembaca.

Bagi orang tua, memiliki anak yang sehat, bersih, cantik, gagah, pintar, patuh, tiada kekurangan fisik, tentu menjadi dambaan. Anak-anak seperti itu sangat mudah dicintai. Sangat mudah dibanggakan.  Itulah mawaddah.

Tapi memiliki anak yang biasa saja. Yang tidak memiliki prestasi apa pun. Malah lebih sering menyusahkan orang tua. Suatu hari terlibat perkelahian, sehingga orang tua dipanggil ke kantor polisi. Dan si ibu datang menemuinya di penjara dan membebaskannya.

“Mengapa ibu mengeluarkan saya? Bukankah bagi ibu saya menghilang malah lebih baik? Tidak ada lagi yang merepotkan dan membuat malu keluarga.”

“Bagaimana pun kamu… bagaimana pun tidak membanggakannya kamu, kamu tetap anak ibu.”

Nah, inilah yang dinamakan Rahmah.

***

*Repost dari tulisan saya di My Multiply

**Gambar dari google

Iklan

Silahkan komentar... ^^ Jika tidak punya blog, masukkan url facebook atau twitter yah :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: