Blog-ku, Catatan Yang Tak Terucap

25 Feb

Blog-ku, Catatan Yang Tak Terucap

Dunia blog pertama kali diperkenalkan oleh seorang teman, Yanuardi Syukur, pada tahun 2007. Dia memperlihatkan blognya di multiply.com. Saya membaca tulisan-tulisannya, melihat foto-fotonya, mengikuti percakapannya dengan teman-temannya.

“Salah satu keistimewaan blog,” kata teman saya saat itu, “kamu bisa mempublikasikan tulisanmu sendiri tanpa melalui banyak prosedur seperti kalau kamu menerbitkan buku yang membutuhkan jangka waktu lama. Kamu menulis, mengeditnya sendiri, mempostingnya di blog. Saat di publish, saat itu juga tulisan kamu telah bisa dibaca oleh orang lain. Dan, tentu saja kamu tidak perlu mengeluarkan biaya lebih besar, selain biaya internet.” Kira-kira seperti itulah yang dikatakannya.

Saat itu terpikir, “Wah, keren kalau punya blog milik sendiri.” Apalagi untuk ukuran kota Kendari, saat itu mungkin hanya sedikit yang memiliki blog. Jadi kalau saya memiliki blog, saya merasa sebagai bagian dari orang-orang keren di kota ini.

Multiply.com adalah cinta pertama saya di dunia diary elektronik ini. Adik saya, Nining, yang lebih dulu memiliki blog di multiply.com, yang mengajari saya lebih lanjut setahun kemudian, tahun 2008. Sayang, itu tidak berlangsung lama karena kami terpisah kota. Akhirnya, ibarat bayi, saya belajar sendiri. Saya meraba bagaimana menggunakannya, belajar duduk dengan berhasilnya mempublikasikan tulisan sendiri, belajar merangkak dengan membangun hubungan dengan orang-orang yang tidak saya kenal sebelumnya yang selanjutnya menjadi teman berbagi cerita, dan akhirnya bisa berjalan sendiri.

Saya pun berbagi kepada teman yang lain. Karena blog masih merupakan sesuatu yang asing saat itu, saya pernah beberapa kali diundang untuk melatih beberapa komunitas di kampus untuk mengisi pelatihan membuat blog. Sesuatu yang sangat membahagiakan saat kita bisa berbagi ilmu.

Saya mulai sering memposting tulisan-tulisan saya di blog, mereview buku-buku yang telah saya baca, mengupload foto-foto perjalanan saya, dan hal-hal lain yang menyenangkan.

Meski saya termasuk tipe yang bisa mengungkapkan sesuatu hal baik pendapat, ide, dll. Pada tataran tertentu, ada sesuatu hal lain yang tak sempat terucapkan kepada pasangan, keluarga, sahabat, teman, dan kenalan, saya tuangkan melalui tulisan. Saya bisa dengan bebas menuliskan uneg-uneg saya, kesedihan saya, rasa bosan saya, atau kebahagiaan saya, rasa cinta dan sayang saya, rasa hormat dan terima kasih saya kepada siapa pun. Lewat tulisan saya lebih ekspresif menyampaikan semua hal itu.

Karena banyak sebab… saya sempat vakum ngeblog beberapa lama. Saya masih memposting tulisan saya, namun tidak sesering dulu. Hingga saya pun mengenal jejaring sosial yang sedang menjadi trending topic saat itu.

Suatu hari, saat sedang mencari sebuah artikel, saya terhubung ke suatu blog. Isi blognya sangat informatif dan sangat berguna buat saya sebagai seorang perempuan. Dengan alasan yang sangat sederhana: karena saya menyukainya, saya memutuskan bergabung dalam grupnya di Facebook.

Hari-hari selanjutnya, saya disuguhkan dengan informasi-informasi seputar perempuan, berbagai tips, rekomendasi film, foto-foto unik dan lucu, quotes yang menarik dan membuat semangat, dan hal-hal lain yang membuat saya jatuh cinta. Tiap hari, saya menantikan kejutan apa lagi yang akan diberikan.

Hingga suatu hari… saya berpikir, mengapa saya hanya menjadi konsumen atas tulisan-tulisan orang lain? Meski saya menyukai tulisan orang lain tersebut, mengapa saya tidak membuat tulisan saya sendiri juga? Bukankah saya pernah melakukannya?

Itulah titik balik hingga saya kembali lagi ke blog.

Saat membuka blog saya. Hiks, sangat menyedihkan. Tulisan terakhir, saya tulis saat ulang tahun saya, setahun lalu!

Tapi, apa yang harus saya tulis? Saya sama sekali tidak memiliki ide sama sekali. Lalu saya blogwalking ke beberapa blog teman yang lama tidak saya jumpai. Dan saya menemukan banyak informasi lomba. Dan sungguh menakjubkan, tiba-tiba saja dalam pikiran saya begitu banyak ide yang berterbangan menunggu saya tangkap satu persatu untuk saya tuangkan dalam tulisan.

Usai mengikuti lomba yang satu, saya mencari lomba yang lain. Bukan, bukan karena melihat hadiahnya. Tapi lomba telah merangsang munculnya kreatifitas saya kembali. Saya ingin kembali mengasah kemampuan menulis saya, ingin mengaktualisasi diri serta menunjukkan keeksistensian diri. Dan tahukah? Bahwa setelah mengikuti lomba, pertemanan saya bertambah baik di blog maupun di FB. Saya merasa bahwa inilah salah satu karunia Allah kepada saya. Soal menang lomba atau tidak… setidaknya saya telah menulis, menulis, dan menulis.

Dan, inilah saya sekarang bersama blog-ku, dan catatan-catatan isi hati yang tak terucapkan.

***

*Tulisan ini diikutsertakan dalam Kontes “Ngeblog di Mata Perempuan” yang diselenggarakan oleh EmakBlogger

Iklan

Silahkan komentar... ^^ Jika tidak punya blog, masukkan url facebook atau twitter yah :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: