Saat Perpustakaan berganti menjadi bilik kecil dalam warnet

30 Sep

Sepanjang ingatan saya saat menempuh pendidikan formal, perpustakaan adalah tempat favorit yang selalu dikunjungi. Saat SD, saya suka duduk berlama2 sambil membaca kisah2 dongeng nan bergambar di sudut ruang yang terhalang pandangan mata oleh rak buku. Saya mengenal kisah Tom Sawyer pun karena sering menghabiskan waktu siang hingga sore saya di perpustakaan.

Saat berganti seragam putih biru, saya baru boleh masuk ke ruangan yang buku2nya lebih banyak. Buku2 yang sesuai usia. Saya paling senang meminjam buku cerita terjemahan. Begitu pun saat SMA. Novel2 detektif selalu jadi rebutan untuk dipinjam. Kesenangan itu berlanjut saat kuliah. Saat ada tugas, tempat pertama yang harus dikunjungi adalah perpustakaan.

Saya lupa kapan terakhir kali saya ke sana. Mungkin sekitar 3 atau 4 tahun lalu, entahlah! Saya tidak benar2 mengingatnya.

Kemudian seiring dengan pengenalan saya akan dunia blog, yang pertama kali dikenalkan oleh seorang teman dari Selatan pada 2007 silam, saya mulai sering menulis di blog. Biasanya sambil ngeblog, saya juga mencari tugas kuliah melalui google, situs pencarian terbesar saat ini. Tanpa saya sadari, saya mulai kecanduan ke warnet. Saya menemukan banyak teman di dunia maya.

Begitu seringnya saya ke warnet sehingga saya mengetahui jam2 padat saat semua bilik yang tersedia terisi penuh. Siang hari, saat sekolah usai, warnet langganan saya yang dekat rumah penuh dengan anak2 berseragam putih abu2 sedang mencari tugas sekolah. Atau waktu setelah maghrib saya ke warnet, akan penuh dengan mahasiswa2 yang juga sedang mencari tugas. Dari pengalaman itulah saya lebih menyukai datang ke warnet pada pagi hari saat saya bebas memilih bilik mana yang akan saya masuki.

Perpustakaan terlupa untuk sementara. Toko buka pun telah lama tak kudatangi. Informasi, berita, dan hal2 apa pun yang saya cari akan mudah saya temukan dengan hanya mengetikan kata kunci pada situs pencari. Dan… seeeett… hanya selang beberapa detik, berbagai hal yang saya butuhkan dan inginkan ada di depan mata.

Hingga suatu hari, saya menonton berita di salah satu Stasiun Televisi lokal tentang berkurangnya minat pengunjung ke perpustakaan.

Saya pikir, salah satu penyebabnya adalah adanya perbedaan waktu antara penyedia dan pengguna. Pihak perpustakaan sebagai penyedia bahan baca dan bahan2 penelitian lainnya buka pada jam2 kerja sebagaimana pegawai pada umumnya, Sedang saat2 tersebut, pengguna perpustakaan -dalam hal ini kebanyakan, adalah pelajar dan mahasiswa berada dalam ruang kelas. Mereka masih berada dalam jam sekolah/kuliah. Siang hari, saat perpustakaan buka pada jam kedua pun terkadang masih merupakan waktu2 belajar para mahasiswa. Dan ketika pulang pada sore hari dan mendapat tugas, satu2nya tempat yang mereka tuju adalah warnet. Mengapa? Untuk warnet tertentu ada yang buka selama 24 jam. Jadi mereka bisa datang kapan saja ke untuk mencari bahan tugas.

Penyebab lainnya, karena kecepatan mendapatkan apa yang dibutuhkan pengguna. Dengan hanya sekali klik, apa yang dicari akan segera ditampilkan dilayar monitor. Apalagi sekarang, alat2 penunjang semakin mudah dimiliki seperti flash dish yang dapat menyimpan data hingga beberapa gigabyte, kemudian modem dengan berbagai model dan merk yang memudahkan kita menyusuri dunia maya tanpa harus keluar rumah, hingga ponsel yang bisa melakukan peran kedua alat tersebut.

Alangkah bedanya bila kita ke perpustakaan. Kita mesti menyusuri beberapa rak dan memilah2 tiap buka untuk menentukan buku mana yang sebenarnya memuat hal2 yang kita butuhkan.

Sekali lagi, bukan hendak menyudutkan salah satu pihak. Toh, saat ini telah banyak perpustakaan digital. Tapi, hal ini tentu menjadi pemikiran bahwa perkembangan teknologi telah merubah kebiasaan masyarakat tertentu. Dan perubahan itu adalah hal yang niscaya terjadi. Saya rasa hal ini merupakan tugas bersama agar mengawal perubahan ini berjalan ke arah yang lebih membawa banyak manfaat.

Iklan

Silahkan komentar... ^^ Jika tidak punya blog, masukkan url facebook atau twitter yah :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: