Tangisan

20 Feb

Semenjak kita memiliki buah hati, seharusnya sejak itulah kita harus membiasakan diri mendengar tangisan. Bukankah ketika hadir pun yang pertama kali dilakukannya adalah menangis? Ketika kita gemes mendengarnya tertawa, seharusnya kita pun menyiapkan diri mendengar tangisannya.

Sebagai seorang ibu maupun ayah tentu tak ingin mendengar anak menangis. Namun kita pun tak bisa memungkiri bahwa menangis adalah hal yang alami. Manusiawi.

Yang harus kita pikirkan kemudian adalah bagaimana menyikapi berbagai macam tangisan anak. Terkadang kita berpikir instan. Bila anak menangis, kita cepat-cepat berbuat apapun untuk mendiamkannya. Apa pun itu! Ada yang meloloskan semua keinginan anak supaya ia tidak merengek terus-menerus. Ada yang sekedar mengancam akan memukul, bahkan ada orang tua yang langsung melayangkan tangan menyentuh kulit lembut itu.

Pertanyaan kemudian, Siapkah kita menjadi orang tua yang baik?

Tulisan ini terinspirasi pada seorang ibu dan anaknya


Iklan

Silahkan komentar... ^^ Jika tidak punya blog, masukkan url facebook atau twitter yah :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: