Percaya Bunda, Sayang!

19 Des

Malam semakin pekat.

Gadis belum beranjak dari duduknya. Kamar hangat yang telah menantinya, tak dihiraukannya. Pun pada nyamuk2 yang mencari celah tuk mengisap darahnya.

Ia makin tenggelam dalam lamunannya.

Sentuhan pelan di pundak, mengagetkannya.

“Mengapa belum tidur, Nak?”
“Belum mengantuk, Bunda,” jawab Gadis pelan. Ia tahu alasannya terdengar klise.
“Apa yang kamu pikirkan? Cerita pada Bunda.” Bunda duduk di sampingnya berharap akan mendengar banyak.
Gadis diam.
“Boleh Bunda tahu?” tanya Bunda lagi saat tak kunjung ada kata dari Gadis. “Gak ada apa2, Bunda.” Lagi2 klise.
“Bunda mengenalmu, Nak! Jujur pada Bunda.” Lama Gadis terdiam.
“Bunda kecewa, Nak! Selama ini Bunda berharap bisa mengambil hatimu. Berharap kamu mau cerita apa saja ke Bunda. Rupanya, kepercayaan itu belum Bunda dapatkan.” Bunda terdengar kecewa. Ia hendak beranjak pergi ketika …
“Bunda …”
“Ya?”
“Saya percaya Bunda. Tapi …”
“Tapi apa, Nak?”
“Saya takut sama Bunda.”
Bunda terkejut. “Mengapa takut, Nak?”
“Saya takut kalau saya cerita, Bunda akan marah. Bunda pasti kecewa.”
Lama Bunda menyerap kata2 Gadis.
“Sini sayang!” Bunda merangkul Gadis. “Percaya sama Bunda. Kepercayaan yang sama seperti saat belajar berjalan, kamu memegang erat tangan Bunda. Kamu percaya kalau Bunda tidak akan menjatuhkanmu.

Mungkin Bunda akan marah. Mungkin Bunda juga akan kecewa. Tapi, apa pun itu, percaya pada Bunda, sayang!”


*Menyambut Hari Ibu, 22 Desember*

Iklan

Silahkan komentar... ^^ Jika tidak punya blog, masukkan url facebook atau twitter yah :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: