Cahaya Kecil Itu

18 Des


Anak lelaki itu bagai Kambing Hitam dikeluarganya. Selalu malu-maluin keluarga, gak punya prestasi yang bisa dibanggakan, satu2nya anak yang membuat orang tua dipanggil ke sekolah.

Intinya, ia adalah trouble maker yang dibenci sama saudara2nya. Bahkan sang Ayah pun sudah tidak percaya lagi padanya.

Tapi dibalik gelapnya kebencian yang melingkupi keluarga anak lelaki itu, ada satu cahaya kecil milik sang Ibu yang tetap menyinarinya. Setidaknya, anak lelaki itu tidak hidup dalam gelap gulita. Cahaya itu bernama kasih sayang.


Bagi sang Ibu, bagaimana pun tidak membanggakannya sang Putra, ia tetaplah anak yang sama yang dulu pernah dikandungnya, disusuinya, diasuhnya, disuapinya, diajarinya berjalan.

Kambing Hitam yang disematkan pada putranya, tidaklah merubah kasih sayang pada anaknya. Ia bahkan kerap tampil membela putranya.
“Seorang penjahat saja masih didampingi pengacara.” Begitu ia sering berkilah.

Kasih sayangnya bukanlah kemanjaan bagi putranya. Ia melakukan hal yang sama dengan orang2 lainnya, tapi ia melakukan semua itu dengan kasih sayangnya.
“Ia hanya salah jalan. Suatu hari ia akan kembali.” Keyakinan sang Ibu begitu teguh.

Bertahun2 kemudian, saya menyaksikan sendiri betapa anak lelaki itu menjadi anak yang baik dan begitu baktinya pada sang Ibu.

*Menyambut Hari Ibu, 22 Desember*

Iklan

Silahkan komentar... ^^ Jika tidak punya blog, masukkan url facebook atau twitter yah :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: