Karunia yang tak Pernah Habis Disyukuri

17 Des


Perempuan itu membuka matanya untuk pertama kali setelah tak sadar selama beberapa jam. Di sampingnya, sang suami menatapnya sambil mencoba memberi senyuman terbaiknya. Namun yang terjadi malah senyuman itu terasa hambar, begitu dipaksakan.

“Bagaimana anak kita, Bi?”
Ia terdiam. Apa yang harus ia katakan pada istri tercinta?
“Abi?”
“Maafkan Abi, Ummi!”
“Kenapa, Bi? Ada apa?”

“Anak kita, anak kita ….” Lelaki itu tak kuasa menahan tangisnya. Ia baru saja pulang dari pemakaman anak pertama mereka. Bagaimana ia harus memberitahu istrinya, kalau mereka hanya menjadi orang tua selama 8 jam?


***

Perempuan itu meraba perutnya. Luka cesar itu memang belum sembuh, tapi duka kehilangan anak lelaki yang bahkan belum sempat dilihatnya itu, perlahan mulai bisa ia terima.

Ia sadar, suaminya masih merasakan duka yang mendalam. Ia memahami perasaan suaminya yang melewati saat2 berharga bersama anak mereka. Lelaki terkasih itu yang mengadzankan, sempat menatap dan membelai anak mereka sebelum akhirnya pergi.

Berdua, mereka lalui saat2 terberat. Saling menguatkan. Sepakat menjaga kualitas hubungan, seberat apa pun cobaan yang menimpa rumah tangga meraka.

Setiap melihat bayi, perempuan itu tak kuasa untuk tidak mengendongnya. Lengannya merindukan sosok mungil berayun di sana.

“Do’akan suatu hari saya bisa mengendong anak saya sendiri.”

***

Dua tahun, sebelum akhirnya mereka memiliki anak lagi. Betapa tak tergambarkan kebahagiaan itu. Anak mereka selamat, sehat, dan sempurna.


Mereka memberikan yang terbaik buat si buah hati. Tak pernah terdengar kata2 kasar dari mulut mereka pada si kecil.

Yang sering terdengar justru;

“Anak pintar, ………”
Atau
“Anak sholeh, ……..”

Dan betapa bangganya saya ketika bertemu dengan anak yang telah berumur 2 tahun itu. Ia tumbuh dengan kecerdasan melampaui anak2 seusianya.

Ia benar2 menjadi ‘cahaya mata’ kedua orang tuanya. Ia sungguh karunia yang tak pernah habis untuk disyukuri.

*Menyambut Hari Ibu, 22 Desember*

Iklan

Silahkan komentar... ^^ Jika tidak punya blog, masukkan url facebook atau twitter yah :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: