Do’a yang Tak Pernah Putus

16 Des


Beberapa minggu lalu, saya dan teman2 mengunjungi Yudha & Nunu yang baru aja dikaruniai anak. Alhamdulillah, anak lelaki itu sehat dan sempurna.

*Semoga jadi anak sholeh ya nak, ya*

Beberapa hari selanjutnya, saya bertemu dengan seorang perempuan kenalan saya. Lama kami tak pernah bertemu. Pada pertemuan tak terduga itu, saya bersyukur tiada henti pada kehamilannya. Penantiannya akan seorang anak selama 3 tahun, bakal terwujud 2 bulan lagi.

“Terserah mau anak laki-laki, anak perempuan. Sehat atau tidak. Mau ada tangannya atau tidak. Ada kakinya atau tidak, pokoknya yang penting hamil dulu.” Begitu ia pernah berujar. Perempuan satu ini memang suka bicara yang sedikit aneh.

*Saya do’akan semoga mereka baik2 saja*

Dan kemarin, saya kembali bertemu dengan teman2 lama saya. Sebagian besar malah sudah mengendong anak.

Tapi, bukan mereka yang jadi perhatian saya kali ini. Bukan bayi2 lucu dan imut itu.

Ada satu mata yang masih menyimpan kerinduan itu. Mata yang selalu menatap sendu pada bayi2 mungil yang selama ini ia damba lahir dari rahimnya sendiri.

Usaha tak terhitung banyaknya. Termasuk do’a yang tak pernah putus ia panjatkan di malam2 tahajudnya. Bahkan hingga ditahun ke-7 penantian itu.

Betapa rindunya tak pernah pupus membayangkan makhluk mungil itu hadir di tengah2 keluarganya.


“Kami bahkan sering bertanya-tanya, seperti apa wajahnya kelak?” katanya.

Kami, para perempuan terkadang merasa tidak sempurna menjadi seorang perempuan bila belum merasakan menjadi seorang ibu.

Ibu, Mama, Ummi, Bunda.
Betapa kata2 itu begitu indah terdengar.



*Menyambut Hari Ibu, 22 Desember*

Iklan

Silahkan komentar... ^^ Jika tidak punya blog, masukkan url facebook atau twitter yah :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: