Saat Telpon Tak Berbalas

16 Nov

Pernahkah melihat pengendara motor yang tiba2 berhenti, lalu mengambil benda kecil dari kantungnya? Uuh, itu pasti HP. Karena penasaran, biasanya orang2 gak sadar kalo demi membaca sms yang belum tentu penting, berhenti sejenak dari apa yang sedang ia lakukan.

Pernah juga saya melihat seorang pekerja bangunan yang sedang mengaduk semen, tiba2 berhenti karena mendengar bunyi sms. Yang terjadi kemudian ia tersenyum2 terhadap benda mungil itu dan melupakan pekerjaannya.

Aaah, begitu tersihirkah orang2 dengan benda yang satu itu?

Lain orang lain pula saya.

Hari ini saya malah dapat sms yang berbunyi begini:

Kenapa sms ana tidak dibalas? Kalau tidak punya pulsa kok telpon ana tidak diangkat? Ada apa sih?

Bunyi sms itu sepertinya penuh dengan amarah. Padahal ceritanya, HP saya ada di kamar sedang saya berada di tempat lain di rumah. Begitu masuk kamar, liat HP ada 2 panggilan tak terjawab dan satu sms tadi.

Begitulah sodara2. Betapa banyak yang saya sakiti menyangkut hal ini..Banyak prasangka2 buruk tentang diri saya yang tidak menyahuti dering telpon genggam saya, sehingga mereka merasa harus meng-sms dengan kata2 yang membuat saya tidak saja merasa bersalah tapi juga sakit rasanya dianggap yang tidak2 sama orang yang kita sayang.

Betapa sering seseorang cepat disergap prasangka ketika telponnya tak berbalas. Kilasan2 hal buruk segera melintasi pikirannya.

“Dia tidak mau angkat telponku.”

“Dia marah sama saya”

“Dia benci”

“Dia …”

“Dia …”

Bukankah kita seharusnya mengedepankan baik sangka?

Saya bukanlah orang yang setiap saat selalu menggenggam HP saya (meski namanya sendiri adalah Hand Phone). Saat di rumah, HP saya biasa tergeletak begitu saja di meja atau di tempat tidur. Sedang saya berada di mana saja di bagian lain rumah sesuai dengan apa yang saat itu saya kerjakan.

Bagi saya, HP memang alat komunikasi penting. Tapi bukan berarti setiap saat saya selalu menggenggamnya. Pekerjaan2 tidak memungkinkan saya selalu bersamanya. Hingga wajar saja bila ada dering yang tak terdengar, atau sms yang terlambat dibalas.

Saya sendiri jika akan menelpon, biasanya meminta izin lewat sms dulu bila saya ingin menelpon seseorang yang saya tahu sangat sibuk.

Aslm. Boleh saya menelpon sekarang?

Biasanya saya selalu khawatir telpon saya mengganggu pekerjaan atau kesibukan orang lain padahal saya tahu sendiri kalau saya menelpon karena hal penting. Jika ia belum jawab, saya tak akan menelpon sampai ia sendiri membalasnya.

Hal itu saya terapkan saat saya melakukan kesalahan bertahun2 lalu saat saya menelpon teman pada waktu shalat Dhuhur. Saat ia tak angkat2 juga, saya menjadi kesal.

Tiba2 ia menelpon saya dengan marah2.

“Kalau nelpon liat2 dulu. Tadi saya masih sholat.”

“Maaf, maaf.”

“Bunyinya tidak mengganggu karena saya senyapkan. Masalahnya mengganggu karena getarnya.”

Huahahaha….

Suer, saat itu saya tidak dapat menahan tawa geli saya membayangkan HP-nya bergetar di kantong jeansnya. Astaghfirullah, Ya Allah, maafkan saya.

Dari kejadian2 lucu sampe mengesalkan tentang HP, terkadang saya ingin menerapkan satu hari saja tanpa ada gangguan dering telpon atau sms yang tak penting, yang sms hanya untuk mengatakan

Gimana kabar ta ade? Sehat ji?

Gubraks…

Iklan

Silahkan komentar... ^^ Jika tidak punya blog, masukkan url facebook atau twitter yah :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: