Tanganku Berat Menolong Orang

28 Okt

Malam, menjelang tidur….

Kebiasaan, saya selalu merunut peristiwa2 yang telah terjadi seharian ini. Apa yang sudah saya lakukan, apa yang terlupakan, apa yang semestinya tidak boleh saya lakukan lagi. Pokoknya hal2 semacam itu.

Pertama…

Kedua…

Sampailah ingatan saya pada siang itu….

“Pinjam dulu uangmu lima puluh ribu. Saya mau beli susu untuk anakku.” Begitu ia bilang pada saya.

Saya teringat pada uang 890.000 yang kusimpan di bawah bantal (kebiasaan… ). Uang tersebut sebenarnya buat beli mainboard dan DDR kompi saya yang sedang diservis di Kalam Hidup. Tapi perangkat tersebut tidak ada, maka uang tersebut dikembalikan pada saya.

Saya bimbang, antara kompi dan memberi pinjaman yang entah kapan bisa dibalikin, padahal kompi itu harus segera diperbaiki.

Melihatku ragu, pulanglah ia…

Tiba-tiba terbersit penyesalan. Mengapa? Mengapa untuk kali ini tanganku terasa berat menolong orang? Bukankah ia memang kerap datang pada saya, dan saya tidak pernah mengecewakannya? Tapi, mengapa kali ini hanya demi kompi yang entah kapan bisa diperbaiki, saya rela menahan lima puluh ribu itu?

Kalau saja (arrrgh… saya benci menggunakan kata ini) siang tadi saya beri, tentu malam ini anaknya dapat minum susu.

Ya Allah, maafkan saya! Doa saya diakhir perenungan malam itu.

Paginya…

Sebelum kesempatan itu hilang, saya segera sms ia dan menyatakan kesediaan memberi pinjaman.

Ya Allah, terima kasih Engkau masih memberiku kesempatan membagi rezky yang Engkau amanahkan pada saya.

NB: Semoga lain kali saya tidak perlu lagi menunggu seharian hanya untuk memutuskan menolong orang.

Iklan

Silahkan komentar... ^^ Jika tidak punya blog, masukkan url facebook atau twitter yah :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: