Ngambek

2 Okt

Sejak dulu, salah satu sifat jelekQ yang paling sering muncul adalah NGAMBEK. Sedikit2 ngambek, sedikit2 ngambek, ngambek kok cuma sedikit? (Hehehe… dengan gaya Isa di Democrazy)

Sebagai anak yang nyaris jadi bungsu (selama 5 taon jadi pusat perhatian di keluarga) saya terbiasa mendapatkan apa yang saya inginkan. Nah, ketika keinginan tidak dipenuhi, keluarlah jurus ngambek itu. Dan, tiba2 saja saya mendiamkan semua orang rumah. Lalu … (kayaknya gak usah diceritakan detilnya, deh. Parah! hihihi..)

Setelah lama ngambek, datanglah papa membujuk saya. Sambil mengendong, papa menanyakan ada masalah apa. Saya tetap saja membisu. Papa menanyakan pada mama atau kakak2 yang lain. Papa terus membujuk dengan menjanjikan macam2. Janji beli inilah, beli itulah. Pokoknya papa gak akan melepasQ sampai saya benar2 terbujuk (kayak judul lagu saja). Sejarah hidupQ mencatat, hanya papalah yang bisa membujukQ hingga saat ini.

Lebih 20 taon, saya tak pernah mencari tahu mengapa hanya saya yang sering ngambek. Mengapa hanya saya yang paling sering merajuk. Tapi, tarbiyah telah mengajariQ untuk tak sering menggunakan jurus itu (walau kadang2 masih sering kumat juga hahaha…)

Sampai kemarin, saya masih mengakui kalau jurus itu hanya milikQ seorang. Tak ada sejarah saudara2Q menggunakannya.

Dan hari ini (saat berbincang2 dengan mama), saya baru mengetahui darimana sifat itu saya warisi.

Allahu Akbar!!! Maha Besar Allah.

Hari ini papa ngambek!

“….?!”

Gak tahu mau ngomong apa.

Malam sebelumnya, papa memang melakukan hal2 yang menjengkelkan (gak mau makan, kursi yang baik2 saja, eh diputar balik, de el el). Sepertinya papa sedang cari2 masalah biar kami tegur. Tapi, tak satu pun dari kami yang ambil pusing dengan kelakuan aneh papa itu.

Dan, tiba2 saja hari ini papa pulang ke Konsel (Konawe Selatan, salah satu kabupaten di Sultra)

Tahu apa yang saya lakukan kemudian?

Saya menyusul ke Konsel. Yah, kalau mau dibilang gantian bujuk papa (seperti yang pernah papa lakukan waktu saya kecil), gak sepenuhnya benar (lho?!). Secara papa ke Konsel, lupa meninggalkan ‘penghidupan’ buatQ. Hahaha….

Tapi, tetaplah saya juga ‘membujuk’ papa dengan gaya saya sebagai anak tentunya. Karena dari beberapa artikel yang saya baca, seumuran papa memang sedang menuju fase kembali ke kanak2 *sok ilmiah*

Iklan

Silahkan komentar... ^^ Jika tidak punya blog, masukkan url facebook atau twitter yah :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: