Yang Tertinggal dari Silnas FLP 2008

19 Jul

Tulisan ini ada karena panitia Silnas FLP menyuruh peserta silnas membuat essai tentang teman sekamar. Maka jadilah tulisan singkat ini yang membuat aku begadang semalaman. Inilah hasilnya:

My Roommate


Waktu telah menunjukkan pukul 12.57 WIB. Jika di Kendari, sekarang sudah pukul 1 dini hari dan keluargaku pasti telah terlelap dalam mimpi indah mereka masing-masing. Aku rindu Ma. Aku juga rindu Pa. Aku berharap malam ini aku dapat memimpikan mereka dan melihat kalau mereka baik-baik saja. Tapi, malam ini aku tidak bisa tidur lebih awal. Masih ada tugas yang harus aku selesaikan.

Kuambil laptop dan membuka file my roommate.doc-Microsoft Word. Baru ada empat data yang kukumpulkan sejak hari pertama kami bertemu:

1. Yeyen

2. FLP Padang

3. Menyukai olahraga (pagi2 ia melakukan perenggangan)

4. Asli padang tapi wajah Jawa

Dengan info itu, apa yang dapat aku tulis tentang dia? Kucari buku Agenda TARBIYAH-ku. Masih ada beberapa info yang baru kudapat tadi. Mudah-mudahan saja info itu dapat memberi gambaran yang jelas tentang dia.

Sambil mendengarkan suara merdu Kiroro dengan lagu mirai (huo lai), aku mulai menarikan jemariku di atas tuts-tuts keyboard. Jangan bayangkan kalau ide begitu cepat mengalir dengan info-info tambahan. Aku masih belum konsentrasi. Kadang-kadang jemari ini berhenti menunggu kata apalagi yang akan kuketikan di lembaran layar kosong itu. Atau berhenti karena menjawab pertanyaan-pertanyaan dia. Yah, dini hari ini kami sama-sama belum memejamkan mata ini. Bedanya, ia memilih membersihkan dirinya, sedang aku bergelut dengan tulisan yang masih belum jelas arahnya ke mana.

”Kak, bisa nggak lagunya diganti?” Entah, mengapa dia meminta lagu Mirai itu diganti. Padahal tadi dia mengatakan kalau lagu ini pernah ia hafalkan waktu belajar Bahasa Jepang.

“Iya, nanti saya ganti.” Kubuka kembali my document dan meng-klik music. Di menu banyak pilihan. Diantara beberapa pilihan aku membuka nasheed dan menemukan folder Thufail Al Ghifari. Maka kembali aku melanjutkan ketikan yang tertunda sambil mendengar ocehan Thufail membaca ‘Catatan Terakhir’nya.

Apa yang dapat kuceritakan mengenai gadis Minang itu? Yang kutahu bahwa senyumnya sangat manis. Saat ia tersenyum, matanya berbinar indah. MasyaAllah, ketika saling menukar info, ternyata salah satu hobinya adalah tersenyum. Iiiiss, iss, iss… maka macam mana pula tak manis wajah tu… Tak perlu bersolek, cukup tersenyum saja sudah manis. Benarlah kata Rasulullah, kalau tersenyum itu adalah sadaqah. Eh, nyambungnya di mana, ya?

Kalau tak mengenal gadis Minang itu, tentulah akan menebak kalau ia adalah orang Jawa. Wajahnya memang lebih mendekati wajah orang Jawa pada umumnya (Orang Minang dan Jawa dilarang protes!)

Mungkin karena terlahir sebagai bungsu dari empat bersaudara, suaranya terdengar sedikit manja. ”Iya, Ma. Nanti Yeyen ke sana bareng teman dari Semarang. Iya, Ma. Nanti Yeyen beritahu kapan berangkatnya. Mama jemput, ya.” Aduh, suaranya itu, lho! Untung saja aku perempuan.

Tingkahnya pun agak childish. Tapi tunggu dulu. Kata orang bijak, don’t judge the book by its cover. Pagi hari pertama, sepulang dari shalat shubuh di masjid Miftahul ’ulum, aku menemukan ia sedang merenggangkan kaki, kemudian loncat-loncat sambil memutar tangan ke atas dan bawah seakan-akan sedang memutar tali. Meski tidak menyukai olahraga, aku tahu kalau ia sedang melakukan skipping. Dari situ, aku tahu kalau ia suka olahraga. Tahu olahraga yang digelutinya? Bela Diri! Keren, gak tuh!

Meski beda usia kami empat tahun, aku tidak terlalu susah mengakrabkan diri dengannya. Mungkin karena manjanya, mungkin karena usianya tidak jauh beda dengan adikku, mungkin karena kami sama-sa
ma lahir di bulan April, atau mungkin juga karena aku selalu merasa masih 17 tahun he…he…he….

Satu kesamaan kami: sama-sama suka di foto. Narsiiiiiis banget. Aku kalau sudah melihat kamera, senyum langsung berkembang memperlihatkan deretan gigi yang *** (af1, disensor, takut ikhwannya jadi ill feel). Sedang dia, lebih sering mengulum senyum. Tahu gambar smile yang warna kuning? Seperti itulah ia tersenyum. Ujung bibir kiri dan kanan ditarik ke atas masing-masing 2 cm. Mau tahu apa jadinya kalau ujung bibir kanan ditarik ke atas 2 cm, sedang yang kiri 1 cm? Iiiih, jelek banget. Sinis, tahu! Kalau gak percaya, coba aja latihan di depan cermin.

Ternyata ada lagi kesamaan kami. Bapak kami sama-sama sudah ’veteran’ dari Pegawai Negeri Sipil. Kalau mau menjiplak kata-kata arham_kendari dalam bukunya Jakarta Underkompor, Ia senang karena bapaknya tinggal di Indonesia. Kalau di Malaysia, pasti bapaknya disebut ’lasskar tak berguna’ (Kirain disebut Laskar Pelangi he…he…he….) Aduh, bahasa kadang-kadang buat kita tidak nyaman, ya.

Hari ini kami akan berpisah. Ia akan pulang ke baratnya Pulau Sumatera, sedang aku akan kembali ke tenggaranya pulau Sulawesi. Kalau gak salah, hanya pulau Sulawesi yang punya wilayah tenggara, yaitu Sulawesi Tenggara. Singkatnya disebut Sultra. Gregetan aku kalau masih saja ada orang yang seenaknya saja menyingkatnya menjadi Sulteng. Aduh, mbok ya, pelajari lagi peta. Kalau semua pulau punya tenggara, mungkin ada singkatan Sumtra, Jatra, dan Kaltra dalam ilmu Geografi (mungkin juga ada daerah bernama Mantra). Jadi, Sultra tidak sendiri lagi dengan marga TRA-nya (Kok, jadi curhat?)

Finally, aku berharap suatu hari nanti aku bertandang ke Padang (dan daerah-daerah lain juga, tentunya). Sebelum harapan itu terwujud, aku ingin tetap menyambung keakraban yang telah terjalin ini dengan tetap intens berkomunikasi lewat media apapun (asal jangan yang berbau-bau musyrik, he…he…he….). Ohya, nama roommate aku adalah Yeyen Syafrina asal FLP Padang.

Iklan

2 Tanggapan to “Yang Tertinggal dari Silnas FLP 2008”

  1. Yeyen 5 Januari 2017 pada 5:49 am #

    Hai kakak aku suka baca tulisan2 kk. Itu nyeritakan aku ya? Wkwkwk

    ingin berteman dg kk di fb ga bisa.

    Kpn ya kita ketemu lagi?

  2. Yeyen 5 Januari 2017 pada 6:01 am #

    Nama fb ku Yeyen Tazkiyah Syafrina, kak. ^^

Silahkan komentar... ^^ Jika tidak punya blog, masukkan url facebook atau twitter yah :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: